Ketersediaan pangan bentuk energi pada lima tahun terakhir dengan trend yang cenderung menurun, hal ini disebabkan peningkatan produksi selalu diikuti juga peningkatan jumlah penduduk yang lebih besar dibanding peningkatan produksi dan sebagaian jenis makanan (produk pertanian) dijual ke luar daerah (export). Sementara ketersediaan pangan bentuk protein per kapita (gram/hari) berdasarkan jenis makanan lima tahun terakhir dengan trend yang fluktuatif, kecuali bahan makanan buah/biji berminyak mengalami penurunan. Penurunan bahan makanan buah/biji bermiyak ini disebabkan karena penurunan produksi kedelai. (Sambungan dari Bagian 1)


Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Ketersediaan Tahun 2017 sebesar 81,4. Dari skor tersebut, terdapat 5 kelompok pangan yang telah di atas standar (blok hijau), yaitu padi-padian, umbi-umbian, minyak dan lemak, buah/biji berminyak, serta kacang-kacangan. Sedangkan 3 kelompok pangan masih di bawah standar (blok kuning), yaitu pangan hewani, gula serta sayur & buah.
Perbandingan konsumsi dengan ketersediaan energi dan protein lima tahun terakhir di Kabupaten Gunungkidul keduanya cenderung naik, namun ketersediaan masih mempunyai nilai diatas dari konsumsi, meskipun nilai selisih antara konsumsi dengan ketersediaan cenderung menurun. Hal ini disebabkan ketersediaan menurun sekaligus konsumsi naik. Agar ketersediaan pangan selalu mencukupi sepanjang tahun maka perlu meningkatkan produksi seluruh komoditas pangan terutama komoditas yang ketersediaan masih di bawah standar WNPG 2012 yaitu kelompok pangan hewani dan kelompok pangan sayur dan buah.
Dari hasil analisa NBM kelompok pangan hewani direkomendasikan untuk ditingkatkan ketersediaanya. Salah satu peningkatan ketersediaan kelompok pangan hewani dengan meningkatkan produksi daging dengan cara mempercepat terealisasikannya Rumah Potong Hewan (RPH), intensifikasi Rumah Potong Ayam (RPA) yang ada dan pendampingan tempat-tempat potong hewan maupun ayam, serta meningkatkan produksi perikanan budidaya dan perikanan tangkap. Sedangkan berdasar hasil analisa NBM kelompok pangan sayur dan buah, juga direkomendasikan untuk ditingkatkan ketersediaanya dengan cara meningkatkan produksi bahan pangan sayur dan buah dengan mengoptimalkan indeks pertanaman dan pemanfaatan lahan-lahan pekarangan (optimalisasi).
Produksi komuditas kedelai dari tahun ke tahun mengalami penurunan produksi, yang perlu penanganan secara khusus dengan peningkatan teknologi yang benar-benar tepat guna, pendampingan dan pemberian insentif tertentu (sarana produksi dan jaminan harga yang layak) kepada petani kedelai agar kembali bergairah dalam budidaya kedelai. –FR