Prioritas kebijakan pembangunan ekonomi yang ditempuh dalam sistem ketahanan pangan diantaranya yaitu upaya pemenuhan kecukupan pangan dengan menjamin tersedianya pangan dan gizi dalam jumlah, mutu yang cukup, dan harga yang terjangkau dengan memperhatikan peningkatan pendapatan petani serta peningkatan produksi. Ketersediaan pangan menjelaskan tentang jumlah bahan pangan yang tersedia di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. Kondisi ini dapat diwujudkan melalui produksi dalam negeri atau daerah, pemasukan dari luar negeri atau luar daerah, dan cadangan yang dimiliki negara atau daerah yang bersangkutan.
Neraca Bahan Makanan (NBM) adalah tabel yang menyajikan gambaran menyeluruh tentang penyediaan dan penggunaan pangan di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu. Bertujuan untuk menyediakan data dan informasi tentang penyediaan/pengadaan dan penggunaan pangan serta ketersediaan bahan pangan untuk dikonsumsi penduduk dalam bentuk volume maupun zat gizi. NBM disajikan dalam satuan: zat gizi tertentu kkal/kapita/hari, gram protein/kapita/hari atau gram lemak/kapita/hari. Pada Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) X Tahun 2012 direkomendasikan nilai standar minumal untuk ketersediaan energi minimal sebesar 2.400 kkal/kapita/hari dan protein 63 gram/kapita/hari. Sedangkan untuk konsumsi energi ditetapkan minimal sebesar 2.150 kkal/kapita/hari dan protein 57 gram/kapita/hari.


Ketersediaan energi dan protein perkapita total seluruh kelompok pangan Kabupaten Gunungkidul tahun 2017 berada di atas standar yang ditetapkan WNPG 2012, yaitu energi sebesar 3.092,8 kkal/kapita/hari dan protein 91,50 gram/kapita/hari, yang juga di atas standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang disarankan (lihat tabel).
Ketersediaan pangan bentuk energi pada lima tahun terakhir dengan trend yang mendatar (tetap), hal ini disebabkan peningkatan produksi selalu diikuti juga peningkatan jumlah penduduk yang lebih besar dibanding peningkatan produksi dan sebagaian jenis makanan (produk pertanian) dijual ke luar daerah (ekspor). Sementara ketersediaan pangan bentuk protein per kapita (gram/hari) berdasarkan jenis makanan lima tahun terakhir dengan trend yang mendatar (tetap), kecuali bahan makanan buah/biji berminyak mengalami penurunan. Penurunan bahan makanan buah/biji bermiyak ini disebabkan karena penurunan produksi kedelai.
Bersambung ke Bagian 2.