Deklarasi dan Penandatanganan Budaya Pemerintahan SATRIYA oleh seluruh pegawai di lingkup Dinas Pertanian dan Pangan dilaksanakan pada Senin (11/3) lalu yang diawali dengan sidak dan penertiban atribut dan kelengkapan seragam dinas. Penyampaian deklarasi dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Ir. Bambang Wisnu Broto, dan dihadiri oleh Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, Markus Tri Munarja, S.IP, M.Si.
Dalam sambutannya, Kepala Bagian Organisasi menegaskan bahwa budaya pemerintahan pada dewasa ini mulai menurun, sehingga perlu ada upaya untuk menyemangati kembali budaya pemerintahan yang baik karena tuntutan keadaan mendorong ASN untuk senantiasa mampu menjadi suri tauladan bagi masyarakat. Beliau juga menambahkan bahwa pelaksanaan Budaya Pemerintahan SATRIYA ini beserta agenda aksi dari masing-masing OPD perlu dievaluasi secara rutin dan mandiri dan harus ada upaya-upaya yang masih untuk selalu membumikan gerakan budaya kerja ini.


Budaya Pemerintahan SATRIYA merupakan komitmen dari Pemerintah Daerah Gunungkidul untuk mengubah pola pikir dan budaya kerja dalam mewujudkan iklim kerja dan produktivitas yang tinggi. Sosialisasi budaya kerja bagi seorang ASN merupakan upaya untuk mendisiplinkan diri. Sebagai agen perubahan, ASN diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan kerja, di rumah maupun masyarakat, karena implementasi budaya kerja juga harus diterapkan dimanapun berada. Budaya pemerintahan mengikat pada setiap ASN untuk selalu senantiasa mengontrol diri, perilaku, tutur kata dan pemikiran yang mencerminkan budaya yang terpuji.

Acara ditutup dengan penandatanganan Naskah Deklarasi berukuran kurang lebih 2 x 3 meter persegi untuk mencakupi sekitar 75 karyawan di lingkungan kantor Dinas Pertanian dan Pangan, selain UPT dan BPP. –NEM
