TANJUNGSARI (Selasa,13/01/2026) – Pertanian lahan kering Kabupaten Gunungkidul khususnya padi lahan kering atau padi gogo musim tanam pertama di tahun 2025/2026 mulai panen. Petani padi lahan kering Sumarsono (60) anggota poktan Mekar tani asal Sumur, Ngestirejo, Tanjungsari sedang giat melaksanakan panen padi gogo di lahan miliknya bersama petani lainnya ketika tim monitoring Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) melaksanakan monitoring pertanaman padi dan palawija zone selatan. Menurut Sumarsono hasil yang didapat dari lahan seluas 1300 m2 bisa didapatkan 28 sak gabah atau sekitar 700 kg gabah kering panen (GKP). Jika dihitung maka produktifitasnya mencapai 5,3 ton gabah kering giling (GKP) per hektarnya, varitas padi yang ditanam Pajajaran.
Sementara sebelumnya Sulardi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kalurahan Pucung, Girisubo melaporkan bahwa pada tanggal 5 Januari 2026 di Kalurahan Pucung khususnya poktan Mekar Arum Padukuhan Kandri, Kalurahan Pucung, Girisubo telah melaksanakan panen padi gogo dengan hasil produktifitas mencapai 5 ton GKP per hektar dengan varitas padi M70D.
Sedangkan Tri Lestari PPL Purwosari melaporkan bahwa di Kapanewon Purwosari juga mulai ada panen padi gogo, saat ini sedang dilaksanakan panen dan ubinan padi gogo di Poktan Werdo Makmur, Giripurwo, Purwosari. Hasil ubinan didapat profitas padi gogo 3,5 ton GKP per hektar dengan varitas padi Segreng Handayani.
Menurut Danang Sutopo, S.Hut.T Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan menjelaskan bahwa panen padi gogo belum serentak masih kisaran 5% total padi yang ditanam, diperkirakan panen padi gogo akan serentak mulai akhir Januari 2026 sampai Febuari 2026. Diperkirakan profitas rata-rata padi gogo bisa mencapai kisaran 5 ton per hektar. Pada musim tanam pertama 2025/2026 Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mencatat luas tanam padi mencapai 42.743 hektar. Bantuan benih dari pemerintah untuk musim tanam pertama yang telah diterimakan petani mencapai 108,3 ton benih padi untuk 4.332 hektar. Sedangkan pupuk bersubsidi di tahun 2025 yang telah diserap petani mencapai 11.727 ton urea dan 11.742 ton NPK. Harapannya produksi padi dan palawija bisa meningkat. *(RY).

