Pelatihan Uji Coba Aplikasi Sistem Perencanaan Terintegrasi Perkebunan (SICANTIK)

Yogyakarta, 12 Agustus 2019. Pada hari Rabu-Jumat, tanggal 7 s.d. 9 Agustus 2019 Setjen Perkebunan Kementrian Pertanian bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menyelenggarakan Pelatihan bagi petugas untuk Uji Coba Aplikasi Sistem Perencanaan Terintegrasi Perkebunan (Sicantik) berbasis android di Hotel Grand Dafam Rohan Jl. Janti, Yogyakarta. Peserta sebanyak 30 oang terdiri dari Kabupaten Bantul, Kulonprogo, Sleman, dan Gunungkidul. Peserta dari Gunungkidul sebanyak 14 orang terdiri dari petugas kabupaten sebanyak 2 orang dan kecamatan 12 orang.

Maksud diadakannya pelatihan ini adalah untuk memberikan bekal teknis  kepada petugas data perkebunan di kecamatan dan kabupaten dalam rangka proses perencanaan program/kegiatan bidang perkebunan ke Pusat dengan menggunakan aplikasi Sicantik. Narasumber berasal dari Biro Perencanaan Setjen Perkebunan, Kementrian Pertanian RI dan Programer aplikasi Sicantik.

Proses Perencanaan kedepan selain menggunakan e-proposal juga harus menggunakan aplikasi Sicantik yang dipadukan dengan KoBo Collect setelah usulan ditetapkan dalam KUAPPAS. Aplikasi ini masih dalam tarap uji coba dan pengembangan. Untuk luar jawa sudah ada beberapa propinsi dan kabupaten yang sudah melaksanakan uji coba dan tahun ini diujicobakan di DIY yaitu di wilayah Gunungkidul untuk komoditas kakao. Aplikasi ini dilaksanakan dengan tujuan mendapatkan CPCL yang tepat sasaran dan akurat.

Beberapa komponen yang harus dientry dalam aplikasi sicantik dengan perpaduan KoBo Collect yaitu : Nama pengambil data, nomor responden, nama petani, tempat dan tanggal lahir, nomor HP, nomor KTP, Foto pemilik kebun, alamat, nama kelompok, jenis kelamin, status dalam rumah tangga, umur, jumlah anggota rumah tangga, Ijazah tertinggi yang dimiliki, pekerjaan selain pekebun, status kepemilikan lahan, nomor sertifikat, jenis tanaman perkebunan, Luas lahan total, Luas lahan yang telah berproduksi, jarak tanam, jumlah tegakan, luas lahan belum produksi, jumlah tegakan Tanaman Belum Menghasilkan, Jumlah tanaman rusak/tua renta/mati, rata-rata umur tanaman, jenis varietas, rata-rata produksi/thn, Produktivitas, Rata-rata harga jual, Total penjualan setahun, Pola tanam, jenis lahan, topografi, metoda pembukaan lahan, asal benih, apakah sudah melakukan sambung samping pada kakao, jenis pupuk, apakah sudah melakukan pemeliharaan kebun secara rutin, Dosis pupuk organik, Mitra pengolahan, jenis tanaman sela, Upah per HOK, biaya pembelian pupuk kimia dan organik setahun, penggunan pestisida, biaya panen dan pasca panen setahun, jumlah iuran lainnya setahun, kesulitan menjual hasil, bagaimana penentuan harga jual, permasalahan dalam bercocok tanam, jumlah tanaman yang harus diremajakan, kesulitan dalam peremajaan, bentuk peremajaan, kendala dalam penanganan serangan hama/penyakit, jenis-jenis hama/penyakit yang menyerang kakao, luas lahan yang dipersiapkan untuk CPCL, luas kebun yang akan diremajakan, jumlah bantuan yang pernah diterima, kegiatan pelatihan yang pernah diikuti, siapa penyelenggara pelatihan, foto kebun , kondisi alat panen dan pasca panen, dan keterangan tambahan yang diperlukan.

Dalam rangka pelatihan aplikasi Sicantik dilakukan kunjungan lapangan ke Kelompok Tani Sido Dadi Gumawang, Putat, Patuk pada hari Kamis, tanggal 8 Agustus 2019. Kunjungan diterima oleh : Ketua dan segenap pengurus beserta anggota kelompok tani. Dalam penggunaan aplikasi  rata-rata setiap responden membutuhkan waktu wawancara dan pengambilan foto lahan selama 30 menit. Mengingat uji coba ini masih dalam taraf penyempurnaan, maka peserta mengusulkan agar parameter yang digunakan dalam aplikasi dibuat yang sesederhana mungkin tapi tidak mengurangi makna perencanaan.–RdH

Tinggalkan komentar

Skip to content