Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melalui DPA tahun anggaran 2020 pada kegiatan Penyediaan dan Pengelolaan Sarana Prasarana Sumber Daya Air dan Lahan, membagikan bantuan hibah kepada masyarakat berupa 6 unit Cultivator, dan 5 Unit Pompa Air yang akan diserahkan kepada Kelompok Tani Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul. Jenis Cultivator yang dibantukandengan spesifikasi teknis Cultivator Quickcakar baja Motor penggerak : Honda GX 200 Implement : Main rotary Blade B + Rotary Group (RTH) + Iron Wheel + Ridger sedangkan Pompa Air berukuran 3 inch dengan kekuatan 6 Pk yang mempunyai implemen selang buang dan selang hisap.
Keunggulan&ManfaatMenggunakanalat Cultivator
- Mutu pekerjaan olah tanah menjadi lebih baik ( lebih dalam dan gembur )
- Efisiensi ( waktu lebih cepat, biaya lebih murah )
- Praktis dalam penggunaannya ( ringan/mudah dikendalikan )
- Ringan dan mudah dipindah-pindahkan sesuai kebutuhan pekerjaan
- Quick Cakar Baja memiliki keunggulan dengan bobot yang relatife ringan sehingga mudah dalam penanganannya terutama saat pindah lahan.
- Quick Cakar Baja dilengkapi dengan beberapa perlengkapan Main Blade yang digunakan untuk mengolah lahan. Lebar dan kedalaman tanah dapat diatur, kecepatan maju dan putaran pisau mudah diatur serta mudah dikendalikan sehingga tanah akan tuntas dalam pengolahannya. Main Blade ini terbagi menjadi tiga macam type dengan spesialisasi pengolahan lahan yang berbeda-beda.
Bantuan Alsintan tersebut guna mendukung Pengembangan Kawasan Perkebunan dan Hortikultura Gunungkidul terutama sector Tembakau. Untuk Alsintan yang akan dibantukan sejumlah 6 Cultivator dan dibantukan ke 6 Kelompok Tani yang terdiri dari 6 Kecamatan ( Purwosari, Panggang, Paliyan, Ngawen, Semin dan Wonosari ) dan Pompa Air sebanyak 5 buah untuk 5 kelompok
Pada Acara ini hadir Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir. Bambang Wisnu Broto beserta jajaran Bidang Perkebunan dan Hortikultura, dalam sambutanya beliau menyampaikan bahwa kelompok patut bersyukur atas bantuan yang yang telah dibantukan, bentuk syukur yang bisa diwujudkan yakni dengan penambahan kawasan Pengembangan Tanaman Perkebunan (Tembakau) mengingat tahun ini pengembangan kawasan tembakau mencapai 20 Ha, selain itu pengembangan kawasan hortikultura yang tidak kalah penting mengingat animo masyarakat dalam menanam tanaman sayuran saat ini semakin meningkat, terakhir beliau berpesan agar alat yang suah dibantukan selalu dirawat dan dicatat waktu penggunaan. Tujuan dari dibantukanya cultivator dan pompa air adalah menekan biaya serta memudahkan petani dalam pengolahan lahan dan dapat menyukseskan pengembangan kawasan Tembakau serta penambahan kawaasan hortikultura di kabupaten Gunungkidul terutama saat musim kemarau, sehingga diharapkan dapat menjaga ketersediaanya bahan pangan di Kabupaten Gunungkidul selain itu juga menekan lonjakan harga yang sering terjadi di pasaran.
Tujuan lain adalah menghasilkan plasma nutfah terutama untuk penghasil benih tembakau serta sayuran lainya. Dinas Pertanian dan Pangan mengharapkan dengan adanya bantuan Alsitan (Cultivator) dan Pompa Air ditingkat kelompok dibentuk UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alat mesin pertanian) di tingkat desa, atau minimal di dalam masing-masing kelompok ada unit kerja sarana prasarana alat mesin pertanian yang bertugas mengelola pemanfaatan alat mesin pertanian milik kelompok (administrasi, operator, dan teknisi).–RDH
