PLAYEN ( Selasa,22/12/2020). Dalam rangka mempertahankan produksi tanaman pangan yang dibudidayakan, para petani poktan Agra dusun Ngleri Kidul desa Ngleri melaksanakan gerakan pengendalian tikus di lahan bawon hutan kemasyarakatan kayu putih. Maryati ketua poktan menjelaskan lahan yang dikelola para petani seluas 10 hektar bertempat di lahan kehutanan Ngleri, pada saat ini pertanaman yang ada berupa tumpangsari jagung dan kacang tanah. Kondisi pertanaman jagung sudah posol dan mulai pengisian, diperkirakan akan panen pada Januari akhir 2021. Kondisi pertanaman jagung aman dan kelihatan subur, sedangkan yang menjadi masalah adalah pada tanaman kacang tanah dimana mulai diserang hama tikus dengan cara merusak polong kacang yang sedang berbuah. Karena itu petani lewat POPT Playen Sujaka, STP. memintakan bantuan pengendalian tikus.
Senin (21 Desember 2020) Kepala DPP Ir.Bambang Wisnu Broto beserta jajaran dan Koordinator POPT Kabupaten Supomo, STP. mendampingi para petani poktan Agra melaksanakan pengendalian tikus. DPP memberikan bantuan berupa umpan beracun untuk tikus yaitu Petrocum dari bantuan pemerintah. Berkaitan dengan pengendalian tikus Supomo,STP. menjelaskan dikarenakan musim hujan agar umpan beracun tidak larut air hujan serta efektif dalam pengendalian diupayakan pemasangan umpan beracun di lubang lubang aktif persembunyian dengan menggunakan sabut kelapa dan bumbung bambu.
Kepala DPP Ir.Bambang Wisnu Broto menjelaskan bahwa luas tanam kacang tanah di musim tanam 2020/2021 atau di MH1 mencapai 16.557 Ha tersebar di semua kecamatan di Gunungkidul. Melihat pertanaman yang ada katagori serangan masih ringan hanya spot spot dan masih bisa panen dengan baik, meski demikian DPP tetap mendampingi para poktan yang melaksanakan upaya pengendalian. Untuk kacang tanah sendiri di Gunungkidul di tanam di musim pertama, kedua dan Sebagian sampai musim ketiga seperti di Patuk dan Gedangsari.
Pada tahun 2020 diperkirakan produksi kacang tanah mencapai 66.156 ton wose dari luas panen 54.095 Ha selama setahun. Sedangkan luas tanam jagung pada 2020/2021 atau MH1 sekarang mencapai 47.918 hektar dan diperkirakan Januari 2021 panen.
Kegiatan serupa berupa pengendalian tikus dan penyakit kresek pada padi dilaksanakan di poktan Manunggal Sawitri Banaran I Bersama dengan UPTD Balai Proteksi DIY pada Selasa (23/12/2020). Pengendalian dengan menggunakan PGPR dan Coryne bakteri Bersama brigade proteksi tanaman Kapanewon Playen binaan UPTD BPTP DIY.—(RY)