Poktan Sido Makmur Dusun Walikangin Tanjungsari Perbesar Peluang Usaha Bidang Pertanian Perdesaan bermitra Dengan PT. Kacang Garuda

TANJUNGSARI  (Senin, 25/01/2021). Kacang tanah di Gunungkidul merupakan tanaman palawija yang utama, luas tanam kacang tanah di musim tanam pertama (MH1) 2020/2021 mencapai 16.557 Ha. Musim panen kacang tanah sudah merata di semua Kapanewon,dengan hasil ubinan sementara mencapai 4,8 ton polong basah per hektar atau 1,53 ton wose per hektar. Bahkan saat ini sudah ada yang mulai tanam kedua seperti yang dilaksanakan poktan Sido Makmur, dusun Walikangin, Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari.

Bersama sama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Senin pagi (25/1/2021) poktan Sido Makmur melaksanakan gerakan tanam kacang tanah musim kedua tahun 2021. Pada musim pertama poktan menanam kacang tanah seluas 5 Ha, pada tanam kedua luas tanam kacang tanah akan bertambah bisa mencapai 20 an hektar dari total luas garapan lahan seluruhnya mencapai 38 Ha. Dikarenakan lahan yang ditanami merupakan lahan kering, sehingga sehabis panen padi para petani biasa tanam kacang tanah atau tumpangsari dengan palawija lainnya.

Disinggung masalah pemasaran kacang tanah , Sukisno petani yang juga pengepul kacang tanah menjelaskan bahwa pemasaran kacang tanah belakang ini sangat mudah karena para petani secara mandiri bersama poktan menjalin kemitraan dengan PT. Kacang Garuda dengan menanam kacang tanah jenis/ varitas Kelinci. Pada saat musim panen kacang tanah yang kedua para petani sudah biasa bermitra dengan PT.Kacang Garuda, dengan total penjualan mencapai 50 truk satu musimnya. Jika dikalkulasikan bahwa 1 truk bisa mencapai 8 ton kacang polong, maka total pengiriman kacang tanah bisa mencapai 400 ton polong kacang tanah. Jumlah sebesar itu didapat dari poktan dan luar poktan sekitaran Kapanewon Tanjungsari.

Nurochim Penyuluh Pertanian Lapangan menjelaskan bahwa kerjasama antara PT. Kacang Garuda dengan para petani di Ngestirejo Tanjungsari belum secara tertulis (MOU) namun hanya secara lisan lewat telepon  dan saling percaya. Dalam prakteknya para petani disediakan benih kacang tanah varitas Kerlinci dari PT.Kacang Garuda dan PT Kacang Garuda menampung hasil panen polong basah dengan harga antara Rp 7.000 sd Rp 8.000,- perkilogram polong basah. Sedangkan petani bisa membayar benih yang dipinjam setelah panen dengan harga Rp. 20.000 per kilogram. Jika dikalkulasikan maka kebutuhan benih 1 hektar adalah 120 kg senilai Rp 2.400.000,-. Dengan hasil panen sejumlah 4 ton polong per hektar  seharga Rp 7.000 perkilogram  petani mengantongi pendapatan Rp 28.000.000 dikurangi harga benih dan pupuk serta tenaga kerja maka para petani masih sangat untung.

Kepala DPP Ir.Bambang Wisnu Broto sangat mengapresiasi kerjasama kemitraan antara para petani dengan PT.Kacang Garuda, hal ini sesuai dengan anjuran Kementerian Pertanian RI untuk dapat mengembangkan korporasi pertanian antara lain dengan pola kemitraan dengan Korporasi untuk  membesarkan usaha pertanian perdesaan. Kedepan harapannya kemitraan ini bisa menjangkau lebih luas petani Gunungkidul.-–(RY)

Tinggalkan komentar

Skip to content