Kunjungan Kepala Pusat Penyuluh Pertanian ke Gunungkidul Dalam Rangka Penguatan Peran Dan Fungsi Balai Penyuluhan Petanian (BPP)

Sektor pertanian mempunyai peranan strategis terutama sebagai penyedia pangan rakyat Indonesia, berkontribusi nyata dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industry, bionenergi, penyerapan tenaga kerja yang akan berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan dan menjaga pelestarian lingkungan. Untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan diperlukan pelaku pertanian yang professional, handal, berkemampuan manajerial, mempunyai jiwa kewirausahaan dan mengembangkan jejaring bisnis.

Pada tanggal 29 Oktober 2021 Kepala Pusat Penyuluh Pertanian  Ir. Bustanul Arifin Caya, M.D.M mengunjungi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Patuk, disambut oleh Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto, S.Kom, M.Si dan Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul drh. Krisna Berlian. Kapusluh meninjau ruang Agriculture War Room (AWR) yang berfungsi sebagai pusat data pertanian dalam arti luas. Kehadiran Kapusluh di Kabupaten Gunungkidul juga memberi kesempatan diskusi kepada koordinator Balai Penyuluhan Pertanian 18 Kapanewon, Gabungan Kelompok Tani (gapoktan), Lurah Desa setempat, dan para petani muda.

Balai Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Gunungkidul sebanyak 18 berlokasi di setiap wilayah Kapanewon. Jumlah Penyuluh Pertanian saat ini adalah PNS 47 orang, CPNS 23 orang, P3K 47 orang total berjumlah 117 orang. Masih kurang bila dibandingkan dengan jumlah desa/kalurahan yang berjumlah 144 kalurahan. Jumlah kelompok tani sampai tahun 2020 sebanyak 3.269 kelompok, sehingga rata-rata 1 orang penyuluh pertanian membina 28 kelompok tani. Kelompok tani akan direview dan dievaluasi setiap akhir tahun, dengan target penambahan kelas kelompok tani utama.

Peran Balai Penyuluhan pertanian (BPP) di tingkat kapanewon akan semakin optimal dengan gerakan pembangunan pertanian Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian). Kostratani adalah wujud gerakan pembangunan pertanian di Indonesia yang menyelaraskan kemajuan era industrialisasi. Lima peran utama yang dimiliki kostratani antara lain sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, serta pusat pengembangan jejaring dan kemitraan.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai pusat data dan informasi harus didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan tidak gagap teknologi serta menguasai Teknologi Informasi ( IT). Data-data dikoleksi dan dikirim ke pusat menggunakan aplikasi. Aplikasi yang ada diantaranya adalah :

  1. SIMLUHTAN (Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian) data yang berisi, kelembagaan penyuluhan, ketenagaan penyuluhan, kelembagaan pelaku utama (informasi tentang kelompok tani).
  2. E-laporan adalah sistem yang dikembangkan untuk mengukur hasil kinerja penyuluh yang telah dilaksankan dengan baik sesuai prinsip obyektifitas, terukur, akuntabel, partisipatif, transparan dan realtime.
  3. Lumbungin sebuah platform digital berbasis aplikasi dengan beragam fitur edukasi, jejaring komunitas dan peluang bisnis pertanian. Sebanyak 114 petugas penyuluh lapangan sudah melaksanakan pelatihan aplikasi lumbungin yang dilaksanakan oleh BPPSDMP
  4. Laporan Utama Kementrian Setiap minggu dikirim ke Kementrian berisi data-data kondisi pertanian di Kabupaten Gunungkidul.

Sedangkan materi penyuluhan pertanian yang disampaikan berupa kebijakan dari Kementrian Pertanian diantaranya PAJALE BABE, SIKOMANDAN, GRATIEKS, GEDORS HORTI. Sumber materi dari kajian BPTP maupun dari cyber ekstension. Metode penyuluhan sebelum masa pandemic dilaksanakan dengan berkumpul atau rapat kring, namun setelah masa pandemic dilaksanakan dengan memanfaatkan media sosial, membuat siaran radio, you tube, melalui WA.  Untuk mengoptimalkan Klinik Konsultasi Agribisnis (KKA) dengan cara memanfaatkan lahan percontohan yang ada di BPP berupa demplot dan kaji terap.

Jumlah Kelompok Taruna Tani di Kabupaten Gunungkidul sampai akhir Tahun 2020 sebanyak 27 kelompok dengan anggota sebanyak 585 orang. Sedangkan yang mendaftar melalui google form pemuda milenial sebanyak 240 orang. Harapannya di akhir tahun 2021 kelompok Taruna Tani akan semakin bertambah, paling tidak dalam satu kalurahan terdapat 1 kelompok Taruna Tani.

Kunjungan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian dalam rangka penguatan peran dan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) ini diharapkan akan membangkitkan semangat para petugas penyuluh pertanian, Gapoktan, petani muda dan masyarakat pada umumnya untuk semakin mencintai pertanian. —(RW)

Tinggalkan komentar

Skip to content