(WONOSARI) – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyiapkan sebanyak 220 petugas pemantau pemotongan hewan kurban menjelang pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah/2026 M. Ratusan petugas tersebut akan diterjunkan untuk melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penyembelihan yang tersebar di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Petugas yang dilibatkan berasal dari unsur internal Dinas Pertanian dan Pangan serta tenaga profesional di bidang peternakan dan kesehatan hewan dari berbagai lembaga. Mereka terdiri dari medik dan paramedik veteriner, praktisi dokter hewan, petugas inseminasi buatan (IB), petugas UPT Puskeswan, hingga mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM).
Terkait pelaksanaan pengawasan tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul juga memberikan pembekalan kepada 220 petugas pemantau yang dibagi dalam dua sesi pada Rabu, 20 Mei 2026, di Ruang Rapat I Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul dengan menghadirkan narasumber drh. Wikrama Satyadarma, dari Founder AQSI , Assosiasi Butcher’s Indonesia, dan expert di rumah pemotongan hewan. Pembekalan dilakukan untuk menyamakan pemahaman teknis pengawasan, prosedur pemeriksaan kesehatan hewan kurban, serta standar pelaksanaan pemotongan yang sesuai ketentuan kesehatan masyarakat veteriner.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan sesuai ketentuan kesehatan masyarakat veteriner serta menjamin daging kurban aman dikonsumsi masyarakat.
Nantinya, petugas akan melakukan pemeriksaan ante mortem atau pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih, serta post mortem atau pemeriksaan setelah penyembelihan dilakukan. Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi fisik hewan maupun organ dalam guna mendeteksi adanya indikasi penyakit atau kelainan tertentu.
Selain pemeriksaan kesehatan hewan, petugas juga akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan penyembelihan agar sesuai standar kebersihan, kesehatan masyarakat veteriner, serta prinsip aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul juga telah menyelenggarakan bimbingan teknis Juru Sembelih Halal (Juleha) bagi takmir masjid dan panitia kurban. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pelaksanaan penyembelihan hewan kurban agar sesuai standar kesehatan masyarakat veteriner dan ketentuan syariat.
Melalui pengawasan lapangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia tersebut, pelaksanaan Idul Adha di Gunungkidul diharapkan dapat berjalan aman serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat. (hf)