Sapi 1,08 Ton Milik Peternak Gunungkidul Jadi Hewan Kurban Presiden

(GEDANGSARI) – Seekor sapi jenis simental milik peternak asal Padukuhan Kenteng, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia pada Idul Adha 2026. Sapi berbobot 1,08 ton tersebut merupakan hasil budidaya peternak lokal Gunungkidul, Sugeng, yang memelihara sapi itu sejak lahir dari indukan miliknya sendiri.


Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa peternak di Gunungkidul mampu menghasilkan ternak berkualitas unggul yang mampu bersaing hingga tingkat nasional. Sapi berusia 3 tahun 1 bulan itu sebelumnya telah melalui proses seleksi ketat oleh Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul sebelum diusulkan ke kantor staf kepresidenan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY.


Tahapan seleksi meliputi pemeriksaan kesehatan hewan, kondisi fisik, bobot tubuh, hingga kelayakan sebagai hewan kurban Presiden. Setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan, sapi milik Sugeng tersebut ditetapkan sebagai sapi kurban bantuan Presiden yang akan diserahkan kepada masyarakat Padukuhan Gebang, Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar.


Sugeng mengaku bersyukur atas terpilihnya sapi hasil ternaknya tersebut. Ia mengatakan sapi simental itu merupakan hasil pengembangan ternak yang dilakukan secara mandiri di kandangnya.
Alhamdulillah, Pak, rumaos mongkog sanget dene kewan piyaraan kulo dipun kersaken kaliyan tiyang ingkang nomer setunggal wonten Indonesia, Bapak Presiden. Matur nuwun sanget,” (Alhamdulillah, Pak, merasa senang sekali karena hewan peliharaan saya dipilih sama orang nomor satu di Indonesia, Bapak Presiden. Terima kasih sekali),” ujar Sugeng, Selasa (26/5/2026).


Sugeng menuturkan sapi tersebut lahir dari indukan miliknya sendiri dan dirawat sejak kecil hingga memiliki bobot lebih dari satu ton. Perawatan dilakukan secara rutin dengan pendampingan dari petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul mulai dari pola pemeliharaan, pengembangan bibit unggul, hingga pengawasan kesehatan ternak secara berkala agar pertumbuhannya optimal.


Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Suyanto, menyampaikan, pihaknya terus melakukan pengawalan dan pemantauan agar sapi tetap dalam kondisi prima hingga diterima masyarakat.


Dalam rangka memastikan pelaksanaan kurban berjalan sesuai ketentuan kesehatan masyarakat veteriner serta menjamin daging aman dikonsumsi masyarakat, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menyiapkan 220 petugas yang akan diterjunkan di sejumlah titik penyembelihan hewan kurban di wilayah Gunungkidul.


Khusus di lokasi penyembelihan hewan kurban Presiden, pendampingan akan dilakukan oleh dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, drh. Rianawati. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan hingga distribusi daging berjalan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan.


Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul berharap keberhasilan sapi milik Sugeng tersebut dapat menjadi motivasi peternak lain untuk terus mengembangkan budidaya ternak secara lebih optimal. Selain meningkatkan kualitas hewan ternak, keberhasilan itu juga menjadi kebanggaan bagi daerah karena menunjukkan potensi peternakan lokal Gunungkidul yang semakin berkembang. *(hf)

Previous Gunungkidul Siapkan 220 Petugas Pemantau Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026

Leave Your Comment