Penyuluh Pertanian sebagai mitra kerja petani mempunyai peran strategis dalam pembangunan pertanian, karena itu mereka dituntut untuk lebih profesional dan mandiri dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai penyedia jasa pembelajaran, konsultan dan pendamping petani dan masyarakat pelaku usaha agribisnis lainnya. Pembangunan pertanian memerlukan dukungan sumber daya alam dan sumber daya manusia sebagai penentu keberhasilan, dimana jika sumber daya manusia yang terampil dan berkualitas, maka petani akan mampu mengelola sumber daya alam yang ada meskipun dalam keterbatasan.
Pendekatan pembangunan masyarakat (community development) dalam pembangunan pertanian bukan hanya sekedar untuk meningkatkan pendapatan, tetapi menjangkau cakupan yang lebih luas, yaitu pengembangan kapasitas sumber daya manusia individu dan masyarakat. Mereka diharapkan mampu menolong dirinya sendiri untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik dengan menggunakan sumber daya internal dan eksternal di sekitarnya.
Penyuluh selaku petugas, juga perlu pembekalan dan pelatihan agar lebih profesional dalam melayani masyarakat tani. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian, menyelenggarakan Pelatihan bagi Petugas Penyuluh Pertanian pada hari Jumat minggu keempat setiap bulannya.
Pemilihan materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah dan diusulkan oleh kecamatan. Saat ini, sebagian besar materi yang diusulkan berupa upaya peningkatan kelas kelompok tani. Pelatihan yang dilaksanakan pada Jumat (25/5) meliputi:
- Upaya Peningkatan Kelas Kelompok Tani oleh Ir. Joko Priyono, M.Si di BPP Karangmojo untuk penyuluh di Kecamatan Semin, Ngawen dan Karangmojo
- Penanganan Gangguan Reproduksi Ternak Sapi oleh drh. Retno Widyastuti di BPP Paliyan untuk penyuluh di Kecamatan Playen, Wonosari dan Paliyan
- Upaya Peningkatan Kelas Kelompok Tani oleh Trimulad DSW, SP di BPP Saptosari untuk penyuluh di Kecamatan Saptosari, Panggang dan Purwosari
- Upaya Peningkatan Kelas Kelompok Tani oleh O. Windu Wardana, S.Si, M.Si di BPP Ponjong untuk penyuluh di Kecamatan Semanu, Ponjong dan Rongkop
- Upaya Peningkatan Kelas Kelompok Tani oleh Wibowo Purno Katoto, S.TP, M.Si di BPP Nglipar untuk penyuluh di Kecamatan Patuk, Gedangsari dan Nglipar
- Upaya Peningkatan Kelas Kelompok Tani oleh Supardi K., SE, S.TP, MM di BPP Tepus untuk penyuluh di Kecamatan Tepus, Tanjungsari dan Girisubo
Selain merupakan target kinerja dari pemerintah pusat dan daerah, dalam pembinaan kelompok tani penyuluh harus mampu meningkatkan skor kelas kelompok tani. Kelas-kelas kelompok tersebut, yaitu Pemula (0-250), Lanjut (251-500) merupakan kelompok yang sudah melakukan kegiatan perencanaan meski masih terbatas, Madya (501-750) dan Utama (>750) merupakan kelompok tani yang sudah berjalan dengan sendirinya atas dasar prakarsa dan swadaya mandiri.