Bertempat di Gedung Bidang Perkebunan dan Hortikultura, Tawarsari, Wonosari pada Kamis (6/12), Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Bogor, Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menyerahkan bantuan bibit tanaman kakao sebanyak 50 ribu batang, yang akan diserahkan kepada 16 kelompok tani yang tersebar di 6 kecamatan.
Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan dari Puslitbangbun, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura beserta kepala seksi dan staf, serta koordinator BPP kecamatan penerima alokasi bibit dan ketua kelompok tani penerima.
Acara dimulai dengan penyambutan dan pengucapan terima kasih dari Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto, atas bantuan yang diberikan kepada Kabupaten Gunungkidul dalam mendukung pengembangan kawasan kakao yang pada tahun 2018 ini pertumbuhannya sangat signifikan.
Penyerahan bibit secara simbolik dilakukan oleh Puslitbangbun Bogor yang diwakili oleh Ir. Dibyo Pranowo, yang dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas antusiasme petani dalam mengembangkan kawasan kakao di Gunungkidul, dan tak lupa beliau juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari dinas yang membantu dalam pembibitan bibit kakao yang akan dibantukan. Beliau juga menambahkan agar petani selalu semangat dalam memelihara tanaman yang sudah diberikan ini.
Varietas bibit tanaman yang diberikan adalah Sulawesi 1 dan 2 serta Masamba Cocoa Clone (MCC) 01 dan 02, dimana keempat varietas tersebut merupakan bibit unggul. Kedua bibit varietas Sulawesi sudah dikenal lebih dari 30 tahun dan memiliki potensi produktivitas buah mencapai 1,8 – 2,7 ton/ha pada tahun ke-5 dengan kadar lemak 45 – 47 persen. Varietas Sulawesi 1 relatif tahan hama, namun varietas Sulawesi 2 agak rentan dengan hama VSD (Vascular Streak Dieback). Sedangkan varietas MCC, yang juga telah ditetapkan sebagai benih bina, menurut Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember dapat menghasilkan lebih dari 3 ton per hektar dengan kadar lemak lebih dari 50%. Varietas ini juga dikenal dengan menghasilkan buah berbiji besar walau pun agak rentan dengan penggerek buah.
Semua pihak berharap, semoga dengan bantuan ini akan muncul tanaman dan produk olahan cokelat yang berkualitas di Kabupaten Gunungkidul.