Perkembangan Bantuan Sapi Brahman Cross

Bantuan sapi Brahman Cross yang didistribusikan oleh Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU – HPT) Baturaden telah diserahkan kepada kelompok penerima, yaitu Kelompok Lembu Anggoro yang beralamatkan di Desa Sendowo Lor, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul pada Tanggal 6 November 2018 malam hari pukul 24.00 WIB dalam keadaan sehat. Total sapi yang diberikan sebanyak 15 ekor betina, yang sudah ditandai dengan marking ternak di setiap telinga masing-masing sapi. Dalam rangka memantau dan mengawasi perkembangan sapi-sapi bantuan tersebut, telah dibentuk Tim Khusus Pemantau yang di SK kan oleh Kepala Dinas. Tim ini bertugas memantau secara teknis maupun non teknis baik sisi kelembagaan, manajemen reproduksi, pakan, dan manajemen kesehatan hewan, yang terdiri dari dari unsur UPT Puskeswan, Bidang Peternakan, dan Seksi Produksi.

Pada saat diserahkan, sapi-sapi tersebut kemudian dikelompokkan dalam satu kandang koloni selama 2 minggu sebagai proses adaptasi dan penjinakan. Dalam kurun waktu ini dilakukan piket untuk pemberian makan, dan setiap pukul 09.00 pagi dilakukan penyiraman/ penyemprotan air ke tubuh sapi agar sapi merasa segar. Selama itu pula dilakukan pemantauan oleh dokter hewan UPT Pusat Kesehatan Hewan Kecamatan Nglipar bersama denga tim dari kabupaten untuk memonitoring perkembangan keadaan fisiologis dan kesehatan mereka dan secara umum tidak ada permasalahan yang cukup mengganggu, dan sapi-sapi tersebut dapat bertahan serta beradaptasi dengan baik, serta nafsu makan yang baik di kandang kelompok tersebut.

Setelah sapi melalui masa adaptasi dengan baik, melalui mekanisme yang dijelaskan dalam rapat kelompok, sapi-sapi tersebut dibagikan ke masing-masing anggota untuk dipelihara di rumah masing-masing melalui sistem undian, sehingga ada penanggungjawab masing-masing sapi, yaitu 2 orang peternak.

Dari 15 sapi yang sudah dibagikan ke kelompok, ada 3 ekor yang sudah menunjukkan gejala berahi dan 4 ekor yang sudah dikeluh (dicongok). Sapi -sapi yang sudah menunjukkan gejala berahi, belum bisa langsung dilakukan Inseminasi Buatan, karena masih belum sepenuhnya jinak. Akan tetapi pemantauan awal berahi sangat penting untuk screening awal penentuan status reproduksi sapi tersebut dan penentuan langkah berikutnya terkait dengan inseminasi.

Tinggalkan komentar

Skip to content