Temu Tugas Penyuluh Pertanian dilaksanakan pada Senin (18/2) lalu di Hotel Grand Mercure, Jl. Laksda Adisucipto, Yogyakarta, dan dihadiri oleh penyuluh pertanian se-DIY yang berjumlah kurang lebih 400 orang. Hadir pula jajaran pejabat Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan DIY, perwakilan Dinas Pertanian kabupaten, perwakilan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta dan perwaklian dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.
Pertemuan dibuka oleh Wakil Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Ir. Sugeng Purwanto, MMA, yang dalam sambutanya beliau menyampaikan tentang hasil analisis ketahanan pangan di wilayah DIY pada tahun 2038 akan mengalami krisis pangan. Kondisi ini akibat dari pengurangan lahan pertanian secara terus menerus, bertambahnya populasi pendududk dan berkurangnya minat generasi milenium untuk menjadi petani. Pertanian merupakan sektor penyumbang terbesar ketiga pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY, sedangkan target yang harus dicapai adalah menurunkan angka kemiskinan sebesar 7 % pada tahun 2019, serta mengupayakan pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan agar ketimpangan pembangunan antara zona utara dan zona selatan tidak terlalu jauh. Lebih lanjut disampaikan tentang upaya mensukseskan Program Nawacita terutama butir ke-6 dan ke-7, yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing internasional serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
Kepala BPPSDMP yang diwakili oleh Ir. Basuki Setyo Budi MM menyampaikan tentang arah kebijakan penyelenggaraan penyuluhan, di antaranya:
- Penerapan sistem pertanian berbasis korporasi
- Pelibatan generasi petani muda milenial
- Penguatan BPP sebagai pusat integrasi data dan kegiatan
- Penguatan kelembagaan petani menjadi KEP (Kelembagaan Ekonomi Petani) yang berorientasi bisnis dan berbadan hukum
- Pemantapan Pos Penyuluhan Desa
- Pengembangan penyuluh swadaya
- Penguatan penyuluh pertanian berbasis teknologi informasi
Selanjutnya Kepala BPTP Yogyakarta memaparkan tentang dukungan BPTP untuk inovasi teknologi pertanian melalui pendampingan Upsus Pajale, percepatan gerakatan tanam padi dan kedelai, diseminasi varietas unggul benih padi dan kedelai, pendampingan kawasan pertanian, bimbingan teknis teknologi tajarwo (tanam jajar legowo) super, penyebaran Informasi teknologi, inovasi teknologi peningkatan Indeks Pertanaman (IP) padi lahan sawah tadah hujan dari IP 100 menjadi IP 200, dan pengembangan Largo Super di kawasan hutan kayu putih.
Acara ditutup oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan DIY, Ir. Sasongko, M.Si., yang mengingatkan tentang peran dan tugas aparatur pertanian untuk mendiukung program ketahanan pangan dengan bekerja keras meningkatnkan produksi dan produktivitas hasil pertanian. –BUD