Sosialisasi dan Gerakan Tanam untuk Peningkatan IP Padi dilaksanakan di Kelompok Tani Gemah Ripah, Dusun Logandeng, Desa Logandeng, Kecamatan Playen pada Rabu (27/9) yang dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Pertanian, Ir. Banun Harpini, M.Sc., yang sekaligus sebagai Penanggung Jawab UPSUS untuk wilayah D.I. Yogyakarta, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto, beserta jajaran staf, Kepala Karantina Pertanian Kelas II D.I. Yogyakarta, drh. Ina Soelistyani, Kepala BPTP Yogyakarta Dr. Ir. Joko Pramono, MP, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian DI Yogyakarta Ir. Yektining Rahaheng beserta staf, Camat Playen, Kapolsek Playen, Koramil Playen, Kepala Desa Logandeng, para Peneliti dan Penyuluh BPTP Balitbangtan Yogyakarta dan para petani Dusun Logandeng.
Dalam laporannya, Sungkono ketua Kelompok Tani Gemah Ripah, Logandeng, menjelaskan bahwa dalam 2 tahun terakhir ada keinginan petani menanam padi sebanyak dua kali, namun masih ragu karena takut hama burung, sehingga pada tahun 2018 hanya bisa menanam padi 1 hektar pada musim kedua. Saat ini berkat bimbingan BPTP dan Dinas, kelompok telah berhasil menanam padi pada musim kedua seluas 10 ha dengan menggunakan benih padi varietas Inpari 24 yang memiliki harga jual yang tinggi.
Sedangkan Kepala BPTP DIY, Dr. Joko Pramono, MP menyatakan petani merupakan pahlawan pangan bangsa Indonesia. Berkat petani dan kelompok tani sekarang pemerintah sudah tidak impor beras umum, hanya beras khusus yg impor. Apresiasi disampaikan karena kelompok tani telah bekerjasama dengan BPTP memajukan pertanian, mencoba menanam padi musim atau padi IP 2.

Sebelumnya BPTP telah berhasil mengembangkan padi IP2 di Wareng dan Girisubo pada tahun 2017 dan 2018, yaitu tanam padi sebanyak dua kali di lahan kering yang menarik banyak peminat. Dikenalkan juga varietas unggul baru (VUB) padi inpari 24 beras merah yg pulen dan wangi dengan harga jualnya lebih tinggi dari beras biasa. BPTP berkomitmen akan tetap mendampingi penanaman padi IP 2 dari awal hingga panen di Kelompok Tani Gemah Ripah Logandeng ini.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pertanian, Ir. Banun Harpeni, M.Sc. selaku penangung jawab UPSUS DIY, dalam perkenalannya menyatakan pujian terhadap masyarakat tani Gunungkidul yang sangat inovatif dan mengenal varietas unggul padi dan komoditas unggulan lainya. Apresiasi juga disampaikan kepada petani dan kelompok tani yg siap untuk tanam padi sebanyak dua kali di lahan keringnya. Jika ada kesulitan, seperti masalah air, akan dicoba dibantu pemecahannya dan sangat menghargai pemilihan padi merah yang berpotensi untuk ekspor. Beliau juga berharap semoga Gunungkidul bisa menjadi kabupaten (penghasil) beras merah, juga adanya desa mandiri benih khususnya padi beras merah dan pengemasan beras merah yang lebih baik dan menarik. –RY