Pasar Lelang Komoditas Mulai Diikuti Petani Kabupaten Gunungkidul

Kabupaten Gunungkidul sejak dulu dikenal sebagai daerah dengan sistem agraris yang cukup maju, namun secara struktural kultur Gunungkidul masih menghadapi kendala dalam upaya mensejahterakan petani, kendala itu antara lain keterbatasan akses pasar, dan kurangnya produktifitas terkait dengan masalah penguasaan teknologi pertanian disamping mekanisme pembentukan harga komoditi yang cenderung tidak transparan dan sering dipermainkan oleh tengkulak-tengkulak. Salah satu faktor penting yang menyebabkan kurang beruntungnya para petani adalah sistem dan struktur pasar yang kurang berpihak pada kepentingan merek, sehingga apa yang mereka peroleh belum sepadan dengan strategisnya posisi petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan.

Rantai pemasaran yang panjang ditambah kurangnya penguasaan informasi pasar membuat nilai tambah komoditi terlalu sedikit yang dinikmati petani Gunungkidul. Daya beli petani pun selama ini sulit meningkat karena harga komoditi hampir selalu tertinggal hal itu disebabkan kurangnya informasi yang selama ini sangat dibutuhkan oleh kelompok tani. Permasalahan tersebut sangatlah menjadi perhatian dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, mengingat hal tersebut sangatlah berefek langsung terhadap kesejahteraan petani Gunungkidul. Oleh sebab itu Bidang Perkebunan dan Hortikultura serta Bidang Pengolahan Pemasaran Hasil Pertanian mengirimkan perwakilan dari kelompok tani untuk ikut andil dalam acara Pasar Lelang Komoditas yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM DIY yang berlokasi di BPD DIY. Salah satu kelompok yang mewakili Kabupaten Gunungkidul dalam acara ini adalah Kelompok Tani Tukul Pambudi yang beralamat di Watubelah, Kemadang, Tanjungsari.

Pada acara tersebut Kelompok Tani Tukul Pambudi membawa komoditas bawang merah yang berasal dari biji dengan varietas Lokananta. Pada acara ini juga hadir petani bahkan pengusaha UKM se DIY- Jateng. Dwi Sumarwanto selaku perwakilan Kelompok Tani Tukul Pambudi menyampaikan penjelasan mengenai produk yang dibawa mulai dari panen serta harga yang dibuka untuk lelang yakni Rp. 25.000,00 harga tersebut barang masih di Gunungkidul. Ir. Budi Sudartanto selaku Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura menyampaikan sangat mengapresiasi acara ini sehingga memperpendek mata rantai perdagangan, sehingga petani tidak dipermainkan harga oleh tengkulak, selain itu beliau juga menyampaikan agar petani kabupaten gunungkidul mulai aktif dalam kegiatan-kegiatan seperti pasar lelang. Di jumpai dalam acara yang sama Ir. Joko Priyono, M.Si Kepala Bidang PPHP menekankan pada kelompok tani agar aktif berkordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul ataupun BPP Kecamatan agar petani tahu akan informasi perkembangan harga komoditas hasil pertanian. —RdH

Tinggalkan komentar

Skip to content