Kelompok Ngudi Sari Optimis Bisa Memenuhi Kebutuhan HPT Dengan Mengembangkan Rumput Odot

Wonosari (23/10) Kelompok Ngudisari adalah salah satu kelompok yang tergabung dalam ASPIPO (Asosiasi Perbibitan Sapi PO) yang beralamat Karanggumuk 2, Karangrejek, Wonosari Gunungkidul. Anggota kelompok ini berjumlah 33 orang dengan populasi ternak saat ini sejumlah 131 ekor. Kegiatan PKH (Peternakan dan Kesehatan Hewan)  untuk mendukung UBSUS SIWAB tahun 2019 yang dibiayai dari anggaran APBD I merupakan kegiatan untuk mengembangkan HPT (Hijauan Pakan Ternak) dikelompok yang anggotannya memiliki KK Miskin. Kegiatan ini meliputi bantuan rumput Odot sejumlah 2000 batang yang dikembangkan dilahan kelompok seluas 2 hektar, selain itu juga dibantu sarana pompa air untuk mendukung pemeliharaan HPT serta pemberian bantuan untuk pengolahan lahan dan pemeliharaan HPT dengan total anggaran RP.88.000.000,-.

Panen perdana HPT pengembangan rumput odot di kelompok Ngudi Sari dihadiri oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan DIY, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Camat Wonosari dan Danramil serta Kapolsek Wonosari, hadir pula Plt. Kepala Desa Karangrejek . Menurut Ir. Bambang Wisnu Broto selaku Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Kegiatan ini sangat bermanfaat dan bisa sebagai rujukan dalam membantu mengetaskan kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul melalui sektor Pertanian khususnya bidang Peternakan. Terbukti dengan adanya kegiatan tersebut dapat menekan angka kemiskinan dari 33 KK Miskin di tahun 2012 sampai saat ini tinggal 10 KK yang termasuk KK miskin imbuhnya.

Selain panen raya Hijauan Pakan Ternak juga dilaksanakan pembinaan kelompok yang juga di hadiri oleh anggota ASPIPO di dua kecamatan yaitu Kecamatan Wonosari dan Kecamatan Playen.

Dari hasil panen dapat dihasilkan 140.000 Kg/Ha rumput odot dan 180.000 Kg rumput Gajahan. dari hasil itu dapat di kalkulasikan untuk panen dalam 1 tahun sebanyak 4 kali sehingga untuk rumput odot sejumlah 140.000 Kg x 2Ha x 4 = 1.120.000 Kg per tahun HPT dari rumput odot.

Menurut Sarnodi Ketua kelompok Ngudisari bahwa pemeliharaan sapi PO ini diawali dengan indukan sejumlah 61 ekor pada tahun 2012 dan penambahan indukan 10 ekor pada tahun 2015. Dari hasil pemeliharaan sapi PO tersebut hingga saat ini menjadi 285 ekor dengan perincian dijual sejumlah 154 ekor dan dipelihara 131 ekor. Selain pengembangan HPT kelompok ini juga mengolah pupuk kandang menjadi pupuk organik dengan produksi sebanyak 4 Ton perbulan sehingga dapat menopang kebutuhan pupuk organik untuk pertanian imbuhnya. —KLX

Tinggalkan komentar

Skip to content