Pasar Lelang Segera Dibangun Di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2020

Kabupaten Gunungkidul sejak dulu dikenal sebagai daerah dengan sistem agraris yang cukup maju, namun secara struktural kultur Gunungkidul masih menghadapi kendala dalam upaya mensejahterakan petani, kendala itu antara lain keterbatasan akses pasar, dan kurangnya produktifitas terkait dengan masalah penguasaan teknologi pertanian disamping mekanisme pembentukan harga komoditi yang cenderung tidak tranparan dan sering dipermaikan oleh tengkulak-tengkulak, selain itu petani seringkali menjadi korban dalam permaina harga yang semakin memberatkan petani-petani kabupaten gunungkidul. Salah satu faktor penting yang menyebabkan kurang beruntungnya para petani adalah sistem dan struktur pasar yang kurang berpihak pada kepentingan merek, sehingga apa yang mereka peroleh belum sepadan dengan strategisnya posisi petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan.

Rantai pemasaran yang panjang ditambah kurangnya penguasaan informasi pasar membuat nilai tambah komoditi terlalu sedikit yang dinikmati petani Gunungkidul. Daya beli petani pun selama ini sulit meningkat karena harga komoditi hampir selalu tertinggal hal itu disebabkan kurangnya informasi yang selama ini sangat dibutuhkan oleh kelompok tani. Permasalahan tersebut sangatlah menjadi perhatian dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, mengingat hal tersebut sangatlah berefek langsung terhadap kesejahteraan petani Gunungkidul. Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian RI, mendukung agar komoditas pertanian Indonesia semakin berkembang dengan harga yang menguntungkan petani, maka pada tahun 2020 Kabupaten Gunungkidul mendapatkan alokasi pembangunan Pasar Lelang serta Bangsal Lelang, yang rencana akan dibangun di Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, adapun kelompok tani yang mendapatkan bantuan yakni Poktan Tirtosari dan Tani Maju.

Harapan yang besar sangatlah dinanti dengan adanya Pasar lelang yang nantinya berdiri di Kabupaten Gunungkidul, hal itu dikarenakan akan ada selisih harga yang cukup signifikan dan sangat menguntungkan kelompok tani. Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Ir. Budi Sudartanto dalam pertemuanya dengan Kelompok Tani Calon Penerima Pasar lelang menekankan agar nantinya bantuan ini dapat membantu petani utamanya dalam mengendalikan harga di pasaran “ Petani itu harus punya power jangan sampai dipermainkan sama Tengkulak-tengkulak” imbuhnya. Pasar lelang yang nantinya berdiri di Kecamatan Wonosari ini diharapkan nantinya dapat menarik petani-petani yang merupakan sentra Tanaman Cabai (Hortikultura) di Gunungkidul seperti Karangmojo, Playen, Semanu, Semin, Ponjong untuk ikut menjual hasil panen mereka di Pasar lelang. (Rdh).

Tinggalkan komentar

Skip to content