Panen Perdana Kedele Musim Tanam Pertama Kabupaten Gunungkidul 2020/2021 Di Bleberan Playen

PLAYEN (Selasa,12/01/2021). Pada saat ini kedele menjadi permasalahan utama di Indonesia karena ketersediaan komoditas  kedele yang kurang dan tergantung impor . Pada Rakernas Pertanian di Jakarta (Senin, 11 Januari 2021) Presiden Jokowi memberikan arahan untuk Kementerian Pertanian agar dapat mengatasi kurangnya produksi beberapa komoditas yang masih impor seperti Bawang Putih, Daging Sapi, Gula, Kedele dan Jagung.

Sejalan dengan kebijakan pusat, Kabupaten Gunungkidul telah berupaya menggalakan penanaman kedele baik di musim hujan maupun musim kedua dan musim kemarau. Pada Selasa (12/1/2021) P4S Amulat Desa Bleberan mengadakan panen perdana kedele jenis Dega-1.

Kepala DPP Ir. Bambang Wisnu Broto yang hadir pada saat panen menjelaskan bahwa varitas Dega-1 merupakan kedele unggul hasil persilangan kedele jenis Grobogan dan jenis Malabar. Kedele Dega-1 umur panen 70 hari, berbiji besar, dengan potensi hasil 3,1 ton per ha. Harapannya kedele baru ini dapat disukai para petani. Dirinya sangat mengapreasi adanya panen kedele di Bleberan yang mengawali musim panen kali ini.

Sumari CW pengelola P4S Amulat melaporkan luas kedele yang di panen 1 Ha merupakan kebun percontohan  P4S Amulat. Hasil ubinan dari Kedele Dega-1 menunjukkan hasil 2,8 ton berat polong atau jika dikonversi menjadi 1,55 ton wose. Hasil ini memang belum optimal dikarenakan ditanam secara tumpangsari dengan jagung dan ubi kayu. Meski demikian secara pendapatan akan lebih tinggi karena masih mendapat hasil dari jagung dan ubi kayu. Apalagi saat ini kedele konsumsi mencapai harga RP 10.000,- per Kg.

Sujaka, STP. petugas POPT Kapanewon Playen menjelaskan bahwa beberapa tahun belakangan ini penanaman kedele tidak banyak gangguan hama dan penyakit karena para petani sudah menerapkan prinsip prinsip PHT (Pengendalian Hama Terpadu) dengan mengurangi pestisida kimia dan menggalakkan pestisida hayati ramah lingkungan sehingga musuh alami dapat berkembang dan terkjadi keseimbangan populasi sehingga hama tidak merugikan karena populasi terkendali oleh musuh alami yang ada.

Terpisah HK Adinoto, SP.,MP Kasie Produksi Tanaman Pangan menjelaskan bahwa di Kalurahan Bleberan pada musim tanam kedua akan ditanami pengembangan kedele 155 Ha di beberapa poktan Bleberan yang tersasar, sedang di Kapanewon Playen total akan ditanam 350 Ha kedele. Persiapan agar segera dilaksanakan karena pertanaman musim kedua dimulai akhir Januari atau awal Febuari 2021 setelah tanaman musim pertama panen.

Secara keseluruhan pada musim tanam pertama di Gunungkidul tertanam 142 ha kedele dan akan ditanam 3000 ha pengembangan kedele bantuan pemerintah di musim kedua ini, ditambah dengan pertanaman swadaya diharapkan target produksi kedele di Gunungkidul tahun 2021 sebesar 5000 ton bisa tercapai lanjut Adinoto.

Hadir pada saat panen kedele Kepala DPP Ir. Bambang Wisnu Broto beserta jajaran, Lurah Bleberan Partono,  BPP Playen dan para penyuluh serta Babinsa dan Babin Kamtibmas. Acara panen tetap dilaksanakan dalam protokol Kesehatan dan menghindari kerumunan dengan hanya perwakilan petani yang hadir.—(RY)

Tinggalkan komentar

Skip to content