Pada Hari Senin, 24 Januari di Ruang Rapat Handayani, Bupati Sunaryanta memberikan arahan tentang Kebijakan Pembangunan Pertanian Gunungkidul. Dibuka dengan laporan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Gunungkidul., Rismiyadi, SP.,M.Si menyampaikan tentang ketahanan pangan, diversifikasi pangan dan keamanan pangan. Untuk menopang ketahanan pangan, tahun 2022 tercapai stok beras sebesar 124.177 ton dan diharapkan target pada tahun 2026 mencapai 125.424 ton. Kepala Dinas juga menyampaian mengenai program diversifikasi pangan sebagai salah satu alternatif mengurangi konsumsi beras, dengan target konsumsi 72 kg/kapita/tahun dan menaikkan skor pola pangan harapan (PPH). Cadangan beras saat ini mencapai 137,31 ton dengan harga Rp.10.800,- per kg. Produksi tanaman padi 285.773 ton, jagung 245.709 ton, kedelai 5.678 ton dan kacang tanah 71.320 ton. Kemudian pengembangan kawasan buah durian di Patuk, kelengkeng di Semin dan alpukat di Ponjong, sedangkan kawasan hortikultura di Playen dan Wonosari. Pengembangan kakao dengan kebun entres di Tawarsari dan pengembangan florikultur bunga krisan di TTP Nglanggran serta bunga anggrek, yang akan diluncurkan dengan nama Anggrek HOYA.
Kegiatan pembangunan pertanian juga di dukung dengan infrastruktur irigasi, penyediaan saprodi, seperti pupuk yang mengalami peningkatan alokasi dan produksi benih yang diwujudkan melalui dem area. Lokasi dem area di Ponjong dan Nglipar untuk komoditas jagung hibrida sedangkan padi hibrida di Ponjong. Dukungan alsintan juga diperlukan untuk pengolahan lahan dan penanganan pasca panen. Untuk mewujudkan hal ini, akan dibentuk Brigade Alsintan. Petani juga diberikan kesempatan memanfaatkan Asuransi Usaha Tani dengan pertanggungan 6 juta per hektar. Masing-masing petani cukup membayar Rp.36.000/ha setelah dikurangi subsidi pemerintah, dengan polis awal Rp.380.000,-. Semua kegiatan tersebut diperlukan koordinasi dan pendampingan intensif pada petani.
Pada kesempatan ini Bupati Gunungkidul, H. Sunaryanta menyampaikan tentang ekonomi kerakyatan, pariwisata dan investasi. Hal ini tidak terlepas dari langkah awal dengan pemetaan lahan pertanian seluas kurang lebih 22.000 hektar. Bupati juga menekankan perlunya pengawalan dan pendampingan penyaluran pupuk bersubsidi. Petani dipermudah dalam mendapatkan pupuk meskipun belum memiliki kartu tani. Untuk kondisi saat ini, kebutuhan dan ketersediaan pupuk terpenuhi. Bupati mengakhiri arahannya dengan berpesan supaya ASN dalam bekerja tidak hanya di dalam kantor tetapi juga harus sering terjun langsung ke lapang.
Bupati juga berkesempatan menyerahkan bantuan kepada Tim Program Penyuluhan Kabupaten berupa benih sebagai pengembangan benih super genjah yaitu varietas Cakrabuana. Penyerahan benih padi IR Nutrizink kepada DPD Perhiptani sebagai benih dengan kandungan unsur Zn yang tinggi untuk pencegahan stunting. Penyerahan benih padi ketan grendel kepada Koordinator BPP Rongkop. Penyerahan Jagung Hibrida RK kepada Lurah Piyama serta penyerahan Burung Tyto Alba kepada Koordinator POPT kabupaten. Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan bibit buah kepada 4(empat) institusi Sekolah Dasar (SD) antara lain SDIT Tunas Mulia, SDN 1 Wonosari, SDN 6 Wonosari dan SDN 1 Piyaman.
Salam Guyub, Gumregah, Gayeng!