Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM Yogyakarta Melakukan Pengabdian Masyarakat Di UPT Taman Teknologi Pertanian Nglanggeran

Pada hari Rabu, 19 Januari 2022 Pusat Sudi Pangan dan Gizi UGM melakukan pengabdian masyarakat di UPT TTP Nglanggeran bekerjasama dengan BPTP DIY. Kegiatan berupa Pendampingan pelaku UMKM tentang produk berbasis probiotik serta Sosialisasi keamanan pangan untuk industry berbasis coklat. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala PSGP UGM, Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu, MS beserta jajarannya.

Kegiatan dihadiri oleh BPTP DIY, PUI-PT Riset dan aplikasi Probiotik Terpadu untuk Industri, Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian UGM, UPT TTP Nglanggeran, dan pelaku UMKM berbahan baku coklat se Kalurahan Nglanggeran dengan total peserta sebanyak 50 orang.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup dalam jumlah cukup, yang setelah dikonsumsi dapat memberikan manfaat kesehatan. Makanan probiotik adalah makanan yang berisi mikroorganisme probiotik hidup dan dalam jumlah cukup yang setelah dikonsumsi dapat memberikan manfaat  kesehatan tambahan yang berasal dari probiotik. Mikroorganisme probiotik adalah mikroorganisme dalam kondisi hidup saat dikonsumsi dan mampu berkolonisasi di usus besar, jumlahnya cukup, dan membawa manfaat terhadap kesehatan.

Aplikasi probiotik dalam industry pangan  yaitu untuk produk makanan maupun minuman dengan fermentsi ataupun non fermentasi dengan berbasis susu maupun non susu. Produk pangan/minuman fermentasi yang berbasis susu diantaranya adalah : Yoghurt dan produknya,  Minuman susu fermentasi, Kefir, Keju dan produknya. Sedangkan produk pangan/minuman fermentasi yang berbasis non susu adalah : Yoghurt dan produknya, Minuman susu fermentasi, Kefir, Keju. Produk pangan/minuman non fermentasi yang berbasis susu diantaranya adalah : Ice Cream, Butter, Permen coklat susu. Produk pangan/minuman non fermentasi yang berbasis non susu diantaranya adalah : Cereal, Bar-non susu, Permen, Jus buah, Susu kedelai.

Kelompok Tani binaan BPTP DIY, DPP Gunungkidul, dan TTP Nglanggeran dengan integrasi kakao dan kambing Etawa mampu menghasilkan susu kambing yang kelak dapat diproses menjadi produk dengan aplikasi probiotik, baik dilakukan secara fermentasi maupun non fermentasi. (yto/1/22)

Salam Guyub, Gumregah, Gayeng!

Tinggalkan komentar

Skip to content