Artikel : AWAL KEHIDUPAN TERNAK MENENTUKAN KEBERUNTUNGAN

AWAL KEHIDUPAN TERNAK MENENTUKAN KEBERUNTUNGAN

Oleh : drh. Artika Maharani Astuti – BPP Panggang

Impian bagi peternak memiliki sapi ataupun kambing yang sehat, cepat besar, dan menguntungkan saat dijual. Bahkan mereka kadang-kadang tidak memikirkan rupiah yang sudah mereka keluarkan untuk membeli pakan yang bahkan rela untuk membeli dari daerah di luar Gunungkidul. Hanya untuk apa? Agar rabuk/pupuknya bisa dipakai saat musim tanam tiba. Sungguh mulia hati peternak kita.

Sebagai seorang praktisi di dunia kedokteran hewan, selain melakukan pelayanan terhadap masyarakat peternak kami juga berkewajiban untuk melakukan KIE terhadap mereka saat kia dating/visit untuk mengobati. Tidak sekedar jus jus jus… tinggal pergi, tapi langkah apa yang sebaiknya mereka lalukan agar ternak yang diobati bisa sembuh dan tidak menderita sakit lagi.

Indukan yang baik tentu akan menghasilkan seekor pedet yang baik juga. Sebaliknya indukan yang nutrisinya kurang baik akan menghambat perkembangan pedet menjadi seekor hewan yang tidak baik pertumbuhannya.

Titik awal pertumbuhan seekor sapi setelah lahir dimulai dari pemeliharaan pedet post partus yang dirawat secara baik. Berikut beberapa penyakit yang muncul di awal kehidupan seekor pedet ataupun cempe :

  1. 1.       Penyakit pada pusar
  2. a.       Miasis

Pemotongan tali pusar pada pedet baru lahir dilakukan ± 10cm dari pangkal pusar, dan akan mengering sendiri jika tidak terlalu sering dijilati induknya. Akan tetapi induk yang terlalu saying akan menjilati pusar anaknya sampai lepas tali pusar sebelum waktunya sehingga terjadi pendarahan pada pusar dan menjadi miasis.

Kata Myasis berasal dari bahasa Yunani “myia” yang berarti lalat. Jadi myasis adalah peradangan pada jaringan hewan atau manusia yang timbul akibat infeksi larva lalat. Maka peternak harus rutin menyemprot obat lalat untuk menghindari miasis/seten.

Miasis harus segera ditangani jika tidak, akan berbahaya bagi pedet. Untuk penanganan secara alami bisa menggunakan tembakau yang dimasukkan kedalam lubang pusar yang terkena miasis. Dan jika belum sembuh selanjutnya panggil dokter hewan.

 

  1. b.      Abses

Abses adalah kumpulan nanah yang dikelilingi oleh dinding jaringan. Abses terjadi ketika tubuh berusaha untuk mengendalikan infeksi. Kasus ini biasa kelanjutan dari kasus miasis. Miasis yang sudah hampir sembuh jika penutupan jaringannya tidak bersih maka akan tertutup dengan kondisi infeksi yang akan memunculkan nanah dalam jaringan. Untuk infeksi awal ditandai membesarnya pusar dan jika dipegang keras. Kasus ini mirip dengan Tedun/Hernia Umbilikalis. Membutuhkan pemeriksaan sebelum mendiagnosa penyakit ini.

Yang harus dilakukan peternak adalah selalu menjaga agar kondisi pusar kering dan bersih. Untuk kasus lanjutan silahkan memanggil dokter hewan untuk dikeluarkan nanahnya dan dilakukan pengobatan

 

  1. c.       Omphalitis

Omphalitis merupakan penyakit infeksi yang menyerang tali pusar. Saat infeksi masuk maka tali pusar akan terjadi keradangan dan membesar. Hal ini juga disebabkan karena kondisi tali pusar yang kurang bersih. Kesembuhan dilakukan dengan pengobatan terhadap infeksi tersebut.

 

  1. d.      Hernia Umbilikalis

Hernia adalah penonjolan abnormal organ/sebagian organ atau jaringan ke dalam rongganabdomen melalui suatu celah alami untuk hernia umbilikalis melalui cincin umbilicus pada peritoneum. Peternak sering menyebut tedun/bodong. Secara alami hernia umbilikalis bisa norml kembali Karena cincin bisa menutup sendiri.tapi pada kasus yang berkelanjutan harus disembuhkan dengan operasi.

 

  1. 2.       Penyakit pada Pencernaan
  2. a.       Cacingan

Cacingan pada pedet bisa terjadi dari induk yang cacingan sehingga pedet keluar sudah menderita cacingan. Sebelum terjadi cacingan alangkah baiknya jika peternak memberikan obat cacing pada induk setelah melahirkan atau memberikan kepada pedet setelah umur 1 bulan. Jika tidak dicegah maka pedet akan mengalami cacingan biasanya cacing Ascaris sp. Yang berwarna putih. Pengobatan dilanjutkan rutin tiap 3 bulan sekali.

  1. b.      Diare Berdarah

Penyakit akibat Protozoa biasanya menciri berak berwarna merah/berak berdarah. Penyakit ini bisa disebabkan karena Eimeria sp. dan juga Cryptosporidium sp. Penyakit ini harus diobati jika tidak bisa menimbulkan kematian pada pedet. Cara mencegahnya peternak harus menjaga kebersihan kandang.

  1. c.       Diare Putih

Sering peternak memanggil karena pedetnya mencret berwarna putih disertai keluarnya cacing secara bersamaan. Diare putih biasa disebut White Scours Disease. Penyakit ini biasa disebabkan oleh bakteri. Harus segera dilakukan pengobatan untuk kasus ini.

Demikian beberapa kasus penyakit yang sering menyerang pada tahap awal pertumbuhan pedet. Semoga pengalaman kami bermanfaat dan bisa dilakukan pencegahan agar tidak terjadi kasus kasus tersebut. Sungguh perawatan diawal kehidupan pedet berpengaruh besar terhadap perkembangan pedet menjadi ternak yang produktif yang menguntungkan peternak.

Tinggalkan komentar

Skip to content