OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN MELALUI KEGIATAN LUMBUNG MATARAMAN

Wonosari (13/06/2023) – Kemandirian dan kedaulatan pangan merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah masyarakat Indonesia. Dalam konteks lokal kemandirian pangan ditangkap dengan karakter kearifan lokal dan tetap relevan dengan semangat keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Masyarakat Jawa, khususnya Yogyakarta sejak zaman dulu sudah menerapkan tradisi pertanian “nandur opo sing dipangan lan mangan opo sing ditandur” dalam rangka memenuhi ketersediaan pangan mulai dari tingkat rumah tangga. Salah satu caranya melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

Lahan pekarangan memiliki multiguna, karena dari lahan yang relatif sempit ini, dapat menghasilkan bahan pangan seperti umbi-umbian, sayuran, buah-buahan; bahan tanaman rempah dan obat; serta bahan pangan hewani yang berasal dari unggas, ternak kecil maupun ikan. Manfaat yang diperoleh dari pengelolaan pekarangan antara lain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan gizi keluarga, menghemat pengeluaran dan dapat memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.

Atas dasar potensi lahan pekarangan ini, dikembangkan konsep pemanfaatan lahan pekarangan dengan kegiatan “LUMBUNG MATARAMAN’ menggunakan anggaran khusus Dana Keistimewaan DIY. Di Kabupaten Gunungkidul penerima kegiatan Lumbung Mataraman Tahun 2023 ada di 10 Kelompok Wanita Tani (KWT) di 10 Kapanewon di Kalurahan Rintisan Budaya. Masing-masing kelompok/KWT menerima hibah barang senilai Rp 40.000.000,- (Empat puluh juta rupiah).

Hibah barang untuk 10 KWT penerima manfaat terealisasi di bulan Mei 2023  dengan mekanisme Lelang/Tender melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Kabupaten Gunungkidul, sebanyak 1 paket pekerjaan, senilai Rp 400.000.000,-. (Empat ratus juta rupiah).

Hibah barang yang diterima masing-masing KWT berupa :

–                Rumah Bibit dan kelengkapannya

–                Benih tanaman sayuran (kacang panjang, timun, terong ungu, pare, cabai rawit, tomat, sawi caysim, kangkung, gambas, bayam)

–                Bibit tanaman buah (sawo, kepel, nangka, jeruk nipis, jambu dersana, srikaya)

–                Saprodi dan media tanam

–                Peralatan tanam, peralatan pengairan sederhana dan peralatan pasca panen

–                Bibit ternak (ayam KUB) dan kebutuhan lainnya terkait ayam

–                Benih ikan (lele) dan kebutuhan lainnya terkait ikan lele

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Pengembangan Lumbung Mataraman, di masing-masing kelompok/KWT dilaksanakan Sekolah Lapang (SL) sebanyak 5 kali, di bulan Februari, Mei, Juni, Agustus, dan November, dan Pelatihan Diversifikasi Pangan Lokal di bulan September/ Oktober.

 

Pada saat Sosialisasi Lumbung Mataraman tanggal 7 Februari 2023 di Ruang Rapat 1 Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul,  Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Ir. Luh Gde Suastini, menyampaikan bahwa konsep dari Lumbung Mataraman adalah budidaya pertanian terpadu (tanaman pangan, tanaman buah, sayuran, ternak ayam dan ikan/lele) berbasis lahan pekarangan rumah tangga.

Kegiatan Lumbung Mataraman ini harus dilaksanakan KWT penerima manfaat dengan sebaik-baiknya sesuai aturan yang berlaku yang sudah dijelaskan Dinas. Kelompok/KWT harus bisa mengelola dan menjaga keberlanjutan kegiatan ini, agar terus berkembang, lestari, dan bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi di tingkat rumah tangga dan peningkatan pendapatan keluarga.  Disampaikan pula kegiatan Lumbung Mataraman ini juga untuk membantu mengatasi masalah kerawanan pangan dan stunting. Ibu Kabid juga minta kepada PPL Pendamping masing-masing KWT  agar  selalu mendampingi kegiatan KWT di lapangan agar kegiatan Lumbung Mataraman  ini berjalan baik dan lestari seperti yang diharapkan pemerintah (FE).

#Salam guyub gumregah gayeng

#DPP_SIAP

Tinggalkan komentar

Skip to content