SOSIALISASI PANGAN BERAGAM, BERGIZI, SEIMBANG, DAN AMAN (B2SA) BERBASIS PANGAN LOKAL

Ponjong (14/06/2023) – Bertempat di BPP Ponjong, Gunungkidul telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) Berbasis Pangan Lokal.  Adanya Surat Edaran (SE) Bupati Gunungkidul Nomor 521/4554 tanggal 7 September 2022 tentang Promosi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), salah satunya menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan ini.

Sosialisasi B2SA berbasis Pangan Lokal bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) dan penerapan dalam menu makan sehari.hari, serta mempercepat penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat (non beras non terigu).

Peserta Sosialisasi adalah perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT), PKK Kapanewon, PKK Kalurahan, Perangkat Kalurahan, dan PPL BPP setempat, dengan jumlah peserta 20 (dua puluh) orang. Sosialisasi B2SA  Tahun 2023 ini dilaksanakan di 4 (empat) Kapanewon, yaitu Kapanewon Ponjong, Paliyan, Patuk, dan Saptosari, dengan sumber dana berasal dari APBD Kabupaten Gunungkidul.

Narasumber dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, yaitu Sub Koordinator Penganekaragaman Konsumsi Pangan, Fardiana Ekasari, SP, menyampaikan bahwa  Pangan B2SA adalah aneka ragam bahan pangan, baik sumber karbohidrat, protein, lemak, maupun vitamin dan mineral, yang bila dikonsumsi dalam jumlah berimbang dapat memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan. Makan tidak boleh asal kenyang tapi harus diperhatikan keberagaman, kandungan gizinya, dan porsi/jumlah konsumsi per kelompok pangan. Selain itu makanan yang dikonsumsi harus aman, artinya bebas dari kemungkinan cemaran benda lain/ fisik, kimia, dan biologis.

Dampak dari konsumsi pangan dengan gizi yang tidak seimbang, bisa menyebabkan Gizi Kurang yang berakibat pertumbuhan terhambat, stunting, wasting, kecerdasan kurang, produktivitas hidup terganggu. Disamping itu Gizi Lebih juga berakibat tidak baik, karena bisa menyebabkan kelebihan berat badan (obesitas) yang bisa memicu penyakit degeneratif.

Disampaikan pula bahwa “Piring Makanku” menjadi pedoman sederhana dalam menerapkan prinsip B2SA untuk menyusun menu makanan sehari-hari. Piring berisi sajian sekali makan, terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran, dan buah-buahan dalam porsi seimbang sesuai kebutuhan tubuh (tergantung usia, jenis kelamin, berat badan, aktivitas, dll).

Untuk menerapkan pola konsumsi pangan yang B2SA tidak harus membeli, tetapi bisa diusahakan dari pekarangan rumah sendiri, yang ditanami aneka sayuran, buah-buahan, dan beternak ayam, ikan/lele, dll. Selain itu pangan pokok tidak harus nasi, bisa dari sumber-sumber pangan lokal seperti jagung, canthel, jali, sorgum, singkong, ubi jalar, uwi, gembili, kimpul, ganyong, sukun, dll.  Narasumber juga mengajak peserta untuk berkreativitas dan mengolah menu B2SA untuk keluarga  dari pangan lokal yang ada di sekitar.

Sosialisasi diakhiri dengan tanya jawab terkait pangan yang B2SA dan lagu B2SA yang diikuti peserta/ibu-ibu dengan antusias, mengikuti gerakan/senam B2SA dari video yang ditayangkan (FE).

 

# Makan Enak Makan Sehat Makan B2SA
# Kenyang Gak Harus Nasi
# Sehat dengan Pangan Lokal

# salam guyub gumbregah gayeng

# DPP_SIAP

Tinggalkan komentar

Skip to content