NGLANGGERAN,PATUK (Rabu,12/06/2024). Bertempat di Aula Pertemuan UPT Taman Teknologi Pertanian Nglanggeran Patuk, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul melaksanakan bimbingan teknis olahan kakao yaitu pembuatan dodol kakao, dan minuman coklat 3in1. Sugiyanto,SP. Kepala UPT TTP Nglanggeran dalam laporannya menyatakan bahwa, maksud dan tujuan melakukan bimbingan teknis pengolahan cokelat adalah untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan secara singkat kepada para guru SMK Jurusan Tata Boga atau yang sejenisnya dalam pembuatan dodol cokelat dan minuman cokelat 3in1. Dengan selesainya bimtek ini diharapkan ilmunya bisa disampaikan kepada peserta didik dalam rangka untuk menyiapkan para wirausahawan muda. Untuk keperluan proses pembelajaran di sekolah masing-masing dalam praktek pembuatan produk turunan dari cokelat bahan baku bisa diperoleh di UPT TTP Nglanggeran baik cocco powder maupun coccow butter. Kegiatan ini dibiayai APBD Kabupaten Gunungkidul tahun anggaran 2024. Jumlah peserta pelatihan 20 orang Tenaga Didik SMK, antara lain dari SMAN 1 Wonosari, SMAN 1 Semanu, SMK Muhammadiyah Karangmojo, SMAN 1 Karangmojo, SMK Muhammadiyah Wonosari, SMKN 3 Wonosari, SMAN 1 Patuk, SMKN 1 Purwosari, SMAN 1 Semin, SMAN 1 Playen, SMKN 1 Girisubo, SMAN 1 Panggang, SMAN 2 Playen, dan SMK Pembangunan Karangmojo.
Acara pembukaan bimtek dihadiri oleh Plh. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Ir. Raharjo Yuwono, MM. serta narasumber pelatihan berasal dari BRIN, yaitu Prof. DR. Ir. Titiek Farianti Djaafar, MP. Dalam sambutannya Raharjo Yuwono menyampaikan bahwa sesuai desain awal pembangunan TTP sebagai sarana edukasi dan desiminasi teknologi olahan kakao untuk umum dan khususnya bagi para pelaku usaha kakao sehingga akan mendapatkan tambahan pengetahuan tentang olahan kakao yang berkualitas dan higenis. Disampaikan juga bahwa DPP terbuka kepada siapa saja yang ingin belajar olahan kakao di TTP, harapannya para siswa dapat menerima manfaat ilmu yang didapat dari para tenaga didik yang ikut bimtek kali ini. Kakao meski luasannya di Gunungkidul sedikit (hanya kurang lebih 1000an Ha tersebar di Patuk, Karangmojo, Playen, Ponjong, Nglipar) dibanding tanaman pangan namun kakao termasuk produk unggulan Kabupaten Gunungkidul. Harga biji kakao terfermentasi saat ini sudah mencapai Rp 170.000 per kilogram.
Prof. DR. Ir. Titiek Farianti Djaafar, MP. Narasumber dari BRIN menyampaikan materi klasikal dan praktek di ruang produksi TTP. Pada Rabu 12 Juni 2024 disampaikan materi pembuatan dodol kakao, dan pada Kamis 13 juni 2024 diberikan materi pembuatan minuman cokelat 3in1.
Sementara itu Ibu Kadarsih guru tata boga SMK 3 Wonosari yang ikut bimtek mengaku sangat senang diundang ikut bimtek dan akan membawa muridnya ke TTP setelahnya.
Hasil dari praktek dalam bentuk produk dodol cokelat dan minuman bubuk cokelat 3in1 dibagikan kepada peserta untuk dibawa pulang. *(RY)
#DPP_SIAP
#Guyub gumbregah gayeng