PETANI DUWET WONOSARI BERLAHAN SEMPIT HASILKAN PULUHAN JUTA RUPIAH

WONOSARI (Jumat, 5/7/2024). Siang itu Suparno (54) seorang petani di Dusun Gondang, Duwet, Wonosari masih di gubug taninya di lahan bersama istri dan tenaga bantu. Istri Suparno sibuk memanen cabai dan yang lainnya mempersiapkan pupuk cair untuk pertanaman cabainya saat kedatangan rombongan petugas Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul yang dipimpin Eni Wijayanah, SP. Sub Koordinator Substansi Sarana Prasarana Tanaman Perkebunan dan Hortikultura. Maksud kedatangan tim DPP adalah untuk mengetahui keberlanjutan bantuan benih cabai yang telah dibantukan oleh DPP ke poktan sebelumnya, melalui anggaran daerah.
Suparno melaporkan bahwa kelompok taninya yaitu poktan Sedyo Rukun, Gondang, Duwet, Wonosari telah menerima bantuan benih dalam bentuk sachet dan telah disemaikan dan ditumbuhkan bersama petani yang lain. Dirinya menanam kurang lebih 1000 batang di lahan 500 m2. Jenis cabai yang ditanam berupa cabai keriting. Saat ini sudah berumur kurang lebih 50 hst (hari setelah tanam), dan sudah mulai belajar berbuah. Pada petik pertama menghasilkan kurang lebih 38 kg dengan harga Rp 22.000,- per kg atau sekitar Rp 800.000,- . Saat ini istrinya sedang mulai petik kedua diperkirakan akan mendapat 160 kg dengan harga Rp 10.000,- per kg, harga tersebut dikarenakan petik hijau. Suparno menambahkan jika dalam satu periode musim tanam cabe sekitar 4 bulan dirinya bisa panen 12 kali, dengan puncak hasil pada petik 4, 5, 6 bisa mencapai hasil 200 kg lebih dari lahan 500 m2 miliknya. Jika dikalkulasikan pendapatan selama musim tanam cabai 4 bulan dengan 12 kali petik dirinya bisa mendapatkan lebih dari Rp 20 juta sekitar Rp 22 juta dari lahan seluas 500 m2 dengan harga cabai yang baik seperti saat ini.
Ketika ditanyakan keberhasilan penanaman cabai beberapa kunci yang dia lakukan antara lain dengan penggunaan kompos yang cukup, karena dirinya juga peternak ayam petelur tentunya ada kotoran ayam yang biasa diolah dengan fermentasi menjadi kompos. Selain itu juga pemberian pupuk NPK cair setelah petik setiap minggunya, sehingga merangsang pembuahan cabai berikutnya, serta yang tidak kalah pentingnya adanya sumber air yang cukup. Pada kesempatan tersebut Suparno juga mengucapkan terima kasih atas bantuan pemerintah berupa pembangunan sumur irigasi tanah dalam di Gondang, Duwet sehingga para petani hortikultura bisa bertanam dengan hasil yang baik. Hal ini dikarenakan poktan Sedyo Rukun pada tahun 2023 mendapatkan bantuan pemerintah pembangunan sumur irigasi tanah dalam lewat anggaran DAK Fisik Pertanian.
Sementara Eni Wijayanah, SP. Sub Kor Sarpras Hortibun menjelaskan perkembangan budidaya hortikultura di Gunungkidul meski terdampak el nino di awal tahun namun komoditas ini masih menjadi andalan petani horti Gunungkidul, tercatat pada tahun 2024 sampai dengan bulan Mei 2024 produksi cabai besar dan keriting di Gunungkidul mencapai 910 kuintal. *(RY)

#DPP_SIAP

#Salam_Guyub_Gumregah_Gayeng

Tinggalkan komentar

Skip to content