GUNUNGKIDUL, 20 September 2024 – Untuk persiapan musim tanam 2024/2025 di Kabupaten Gunungkidul, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul telah mengeluarkan beberapa himbauan kepada para petani melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pertanian dan Pangan nomor 500.6.4/1523 tanggal 13 September 2024 tentang Persiapan Musim Tanam MH1 Tahun 2024/2025. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim hujan diperkirakan akan dimulai pada bulan Oktober 2024 dengan curah hujan mencapai 150 mm.
Berikut beberapa langkah yang disarankan:
- Panen Ubi Kayu : Petani diminta untuk segera memanen sisa ubi kayu yang belum dipanen agar tidak terkena air hujan dan tanahnya bisa segera diolah.
- Pengolahan Lahan : Segera mengolah lahan sebagai persiapan musim tanam. Ini termasuk membersihkan area lahan serta mengolahnya dengan memanfaatkan bantuan alat mesin pertanian berupa traktor yang telah diterimakan para poktan, juga persiapan pupuk kandang atau pupuk kompos sebagai pupuk dasar.
- Penebusan Pupuk Bersubsidi : Petani diharapkan segera menebus pupuk bersubsidi sesuai kuota agar tidak terjadi penumpukan permintaan penebusan yang mengakibatkan kesulitan pengangkutan (transportasi) dan pelayanan penebusan.
- Memperhatikan informasi cuaca dan iklim dari BMKG yang mudah untuk diakses guna kepentingan budidaya pertanian.
- Agar selalu berkoordinasi dan berkomunikasi antara petugas PPL dan para petani serta kelompoknya.
Menurut Danang Sutopo, S.Hut.T Ketua Tim Kerja Produksi Tanaman Pangan menjelaskan bahwa pertanaman ubi kayu sampai dengan akhir bulan Agustus 2024 sudah dipanen sekitar 32.000 Ha sesuai laporan Petugas Data Pertanian Kapanewon, sehingga masih tersisa sekitar 11.000 Ha di bulan September ini. Mungkin sampai pertengahan bulan September sudah berkurang banyak, harapannya awal Oktober lahan pertanian sudah diolah semuannya sehingga musim tanam 2024/2025 bisa berjalan lancar.
Untuk serapan pupuk sampai dengan bulan Agustus 2024 jenis urea telah tersalur 3.032,032 ton dari alokasi 21.179 ton atau terserap 14%, sedangkan jenis pupuk NPK telah tersalur sejumlah 3.122,109 ton dari kuota 17.251 ton atau 18% demikian penjelasan Yatimah,SP selaku Ketua Tim Kerja Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan. Yatimah, SP menambahkan serapan pupuk terbesar saat ada pertanaman padi dan polowija di bulan bulan Oktober Nopember, harapannya September sudah mulai menebus. (RY)*
#DPP_SIAP
#Salam Guyub Gumregah Gayeng