TEPUS (Senin, 20/1/2025). Musim panen padi lahan kering (padi gogo) tumpangsari dengan palawija musim tanam pertama (MT1) 2025 Kabupaten Gunungkidul mulai dilaporkan dari wilayah Selatan. Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kapanewon Tepus Edi Januari, SP. yang juga merangkap Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kalurahan Tepus melaporkan bahwa para PPL Tepus mulai melakukan pendampingan panen padi dan palawija di wilayah binaannya seperti yang dilaksanakan di poktan Lestari Makmur, Padukuhan Kotekan, Kalurahan Purwodadi pada Senin (20/1/2025) melakukan ubinan panen padi, jagung dan kacang tanah. Untuk tanaman padi varitas Segreng sudah panen kurang lebih 20 Ha, dengan sampel ubinan 3,5 ton/Ha GKG di lahan Peni Anjarwati, sedang jagung hibrida jenis Bisi dari ubinan lahan Supoyo didapat 4,1 kg/ubin glondong atau 6,6 ton glondong/Ha atau sekitar 3,3 ton pipil kering jagung per Ha dengan luasan yang sudah panen di Purwodadi mencapai 20 Ha. Untuk kacang tanah di lahan Supoyo dilakukan ubinan mencapai 4 ton gelondong kering panen/ Ha atau 2 ton/Ha wose. Luasan lahan di Purwodadi yang sudah panen kacang tanah mencapai 80 Ha. Semua pertanaman ditanam dengan pola tumpangsari, misal padi gogo tumpangsari dengan jagung atau jagung tumpangsari dengan kacang tanah, tambah Edi Januari. Sehingga untuk satu hektar seorang petani bisa panen 3 ton gabah Segreng ditambah jagung pipil 3,2 ton, misalkan dengan harga saat ini gabah Rp.6.500,- per kg dan jagung pipil Rp 5.500,- per kg maka untuk 1 ha akan mendapat pendapatan kotor Rp 37 juta pungkas Edi Januari. Dari para petani Purwodadi, Tepus dilaporkan setelah panen musim tanam pertama ini akan dilanjutkan tanam kacang tanah kembali, tambah Edi Januari.
Sementara itu di Kapanewon Semanu PPL Sudiyatna melaporkan telah dilakukan ubinan panen kacang tanah di poktan KWT Marsudi Luhur Padukuhan Kepuh, Pacarejo, Semanu dengan hasil ubinan mencapai 2,2 kg per ubin atau 3,6 ton glondong kacang tanah per Ha atau 1,8 ton wose kacang tanah per Ha. Untuk harga glondong mencapai Rp 9.000,- per kg.


Terpisah Danang Sutopo.S.Hut.T Ketua Tim Kerja Produksi Tanaman Pangan menjelaskan bahwa belum semua pertanaman padi maupun jagung panen pada bulan Januari ini, seperti di zone tengah dan utara pertanaman padi masih usia awal pembungaan (merkatak). Daerah yang sudah panen padi dimungkinkan yang tanam di Oktober 2024 dan varitas padi segreng dengan umur panen 105 hari, seperti di zone Selatan. Menurut catatan luas tanam padi di bulan Oktober mencapai 8.335 Ha, jagung tanam di Oktober seluas 8.845 Ha dan kacang tanah tanam Oktober seluas 1.292 Ha, dengan demikian perkiraan panen massif di Zone Selatan pada awal Febuari 2025. (RY)*
#DPP_SIAP
#Salam Guyub Gumregah Gayeng