Melalui DAK NF 2025, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Fasilitasi Pelatihan dan Studi Tiru untuk Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Stok, Kemasan, Manajemen Keuangan dan Pemasaran Lumbung Pangan Masyarakat

KLATEN (14/10/2025) — Dalam upaya memperkuat kapasitas kelompok tani dalam mengelola hasil pangan untuk cadangan pangan secara profesional, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melalui Bidang Ketahanan Pangan memfasilitasi kegiatan studi tiru Pelatihan Manajemen Stok dan Kemasan bagi Gapoktan Sahabat Ponjong ke Usaha Penggilingan Padi milik Gapoktan Tani Makmur, yang berlokasi di Kepanjen, Delanggu, Kabupaten Klaten, pada Selasa (14/10).

Kegiatan studi tiru ini merupakan lanjutan dari rangkaian pelatihan yang telah dilaksanakan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul. Melalui kombinasi antara pelatihan di kelas dan pembelajaran lapangan, peserta diharapkan mendapatkan pengalaman langsung dalam pengelolaan stok bahan pangan dan strategi kemasan produk serta mampu menyusun rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di kelompok.

Gapoktan Sahabat Ponjong merupakan penerima manfaat dua kegiatan pelatihan yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun 2025 dalam rangka Penguatan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Tahun 2025, yaitu Pelatihan Manajemen Stok dan Kemasan dan Pelatihan Manajemen Pemasaran dan Keuangan. Kedua pelatihan tersebut dikonsep dalam bentuk pembelajaran di kelas dan praktik lapangan (studi tiru). Sebelumnya, pada Senin, 13 Oktober 2025, peserta telah mengikuti studi tiru ke Aliansi Petani Padi dan Palawija Kabupaten Boyolali. Kegiatan tersebut berfokus pada pembelajaran manajemen pemasaran dan keuangan dengan belajar langsung tentang strategi jejaring penjualan, pengelolaan keuangan kelompok, serta praktik pencatatan dan pelaporan.

Rangkaian pelatihan dan studi tiru ini diharapkan dapat memberikan pemahaman menyeluruh bagi kelompok dalam mengelola LPM, mulai dari perencanaan stok, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran dan pengelolaan keuangan.

Ratna Briani selaku Ketua Tim Kerja Ketersediaan dan Distribusi Pangan Bidang Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) agar lebih mandiri dan berdaya saing dalam menghadapi dinamika pasar.

Dalam kegiatan studi tiru ini, peserta diterima langsung oleh Bapak Harjono, Ketua Gapoktan Tani Makmur sekaligus pengelola usaha penggilingan padi yang telah berdiri sejak 1975 dan menjadi contoh keberhasilan usaha pangan berkelanjutan dengan jaringan pemasaran hingga Yogyakarta, Semarang, dan Jakarta.

Dalam paparannya, Harjono membagikan kiat sukses mengelola usaha yang telah bertahan lebih dari lima dekade, di antaranya menjaga kejujuran, komunikasi yang baik, dan inovasi berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya menghargai tenaga kerja sebagai rekan, bukan sekadar faktor produksi, serta memastikan bahan baku dan modal usaha selalu seimbang dengan kapasitas produksi.

Dari sisi manajemen stok, beliau menerapkan sistem FIFO (First In, First Out) untuk menjaga mutu beras, serta menyiapkan stok minimal 50 ton sebagai langkah antisipatif terhadap fluktuasi permintaan pasar dan kondisi cuaca.

Dalam hal kemasan, Gapoktan Tani Makmur menggunakan desain sederhana namun menarik dengan ukuran 2,5 kg, 5 kg, 10 kg, dan 25 kg, menampilkan label mutu produk dan identitas usaha yang jelas agar mudah dikenal konsumen. Beliau juga mendorong peserta untuk melakukan diversifikasi produk, memperluas pasar, dan mengikuti pameran agar produk kelompok tani semakin dikenal luas.

Dengan sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan pelaku usaha diharapkan dapat membentuk Lumbung Pangan Masyarakat yang berdaya ekonomi dan berperan nyata dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Gunungkidul. *(hf)

Tinggalkan komentar

Skip to content