NGAWEN (02/01/2026) – Kabupaten Gunungkidul didominasi lahan pertanian tadah hujan dimana sumber air tergantung curah hujan yang ada. Pada tahun 2025 hujan di Gunungkidul wilayah tertentu dimulai di awal Oktober sedangkan secara umum jatuh di dasa harian ketiga bulan Oktober 2025. Seperti halnya di wilayah Kapanewon Ngawen, khususnya di Kalurahan Sambirejo sejak awal Oktober 2025 sudah turun hujan, dan secara kumulatif pada bulan Oktober 2025 wilayah Ngawen curah hujan mencapai 200 an milimeter. Untuk bulan Nopember 2025 secara kumulatif mencapai 365 milimeter, sedang di Desember 2025 hujan sempat menghilang dan secara kumulatif curah hujan hanya dikisaran 105 milimeter. Dengan hujan yang lebih awal di poktan Sumber Rejeki, Dusun Sukarejo, Kalurahan Sambirejo saat ini telah mulai panen jagung perdana dibanding wilayah lain. Luasan panen diperkirakan mencapai 20 Ha, yang akan dipanen secara bertahap. Demikian keterangan Heri Setyawan, S.Pt. Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan BPP Ngawen menjelaskan. Ditambahkan hasil ubinan tercatat mencapai 5,6 ton pipil kering per hektar dengan pola tanam monokultur.
Terpisah Danang Sutopo, S.Hut.T Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan menjelaskan bahwa pada musim tanam pertama 2025/2026 terdapat luasan tanam jagung mencapai 42.427 hektar tersebar di 18 Kapanewon se-Kabupaten Gunungkidul, dengan mulai tanam di minggu ke-3 Oktober 2025, namun beberapa wilayah ada yang sudah tanam sejak awal Oktober seperti di Ngawen khususnya di poktan Sukarejo, Sambirejo, Ngawen. Jumlah luas tanam jagung di Oktober 2025 mencapai 25.663 hektar dan di bulan November 2025 mencapai 16.764 hektar sehingga total luas tanam musim pertama mencapai 42.427 hektar. Harapannya dengan umur tanaman jagung 90 hari maka diprediksi panen raya jagung akan terjadi mulai akhir Januari 2026 sampai Febuari 2026.
Kepala DPP Rismiyadi berharap Gunungkidul bisa panen raya jagung pada akhir Januari 2026 ini karena didukung musim hujan yang cukup meski bulan Desember agak menurun curah hujannya, Dinas telah menyalurkan bantuan benih jagung hibrida pada musim tanam pertama sebanyak 58,46 ton untuk luas 5.846 Hektar . Sedangkan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi sampai dengan bulan Desember 2025 untuk urea sebanyak 11.727 ton dari 15.363 ton atau sebesar 76,338% , NPK sebanyak 11.742 ton dari 12.451 ton atau sebesar 94,311%. Sehingga harapannya semua itu akan mendukung produktifitas jagung para petani Gunungkidul. *(RY)

