Puluhan Ribu Bibit Kelapa Genjah Ditanam, Gunungkidul Perkuat Sentra Perkebunan

PLAYEN (28/01/2026) – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat sektor perkebunan sebagai penopang ekonomi masyarakat. Pada akhir tahun 2025, Kabupaten Gunungkidul menerima bantuan pemerintah pusat berupa 11.000 batang bibit kelapa genjah entog dari Direktorat Perkebunan Kementerian Pertanian RI, yang dialokasikan untuk pengembangan kelapa seluas 100 hektare. Bantuan tersebut disalurkan ke 13 kapanewon sentra perkebunan kelapa, dengan kepadatan tanam 110 batang per hektare. Selain bibit kelapa, pemerintah juga memberikan bantuan pupuk organik sebanyak 330 kilogram per hektare sebagai upaya mendukung pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Memasuki awal tahun 2026, sebagian besar bibit kelapa genjah entog tersebut telah ditanam oleh petani penerima manfaat di Kabupaten Gunungkidul.

Salah satu wilayah penerima manfaat adalah Kalurahan Banyusoco, Kapanewon Playen, yang memperoleh alokasi bantuan untuk pengembangan kelapa genjah entog seluas 12 hektare. Bantuan tersebut dikelola oleh empat kelompok tani, dengan sasaran utama peningkatan produktivitas kelapa sekaligus penguatan ekonomi keluarga petani.

Dalam rangka memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, Bupati Gunungkidul melakukan kunjungan kerja ke salah satu kelompok penerima manfaat, yakni Kelompok Wanita Tani (KWT) Guyub Rukun, Padukuhan Gedad, Kalurahan Banyusoco, Rabu (28/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melaksanakan penanaman bibit kelapa genjah entog secara simbolis, dilanjutkan dengan peninjauan Unit Pengolahan Hasil (UPH) Olahan Kelapa milik KWT Guyub Rukun dan penyerahan bantuan pestisida untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul menegaskan bahwa Banyusoco memiliki potensi strategis sebagai kelurahan pengembangan budidaya nira dan gula kelapa.
“Dengan penguatan bantuan ini, saya berharap kelapa yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik, berbuah, memberi manfaat ekonomi bagi keluarga petani, sekaligus menjaga ekosistem dan kelestarian alam,” ujar Bupati.

Program bantuan bibit kelapa genjah entog ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dalam penguatan sektor pertanian dan perkebunan berkelanjutan, peningkatan nilai tambah hasil pertanian, serta pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi wilayah. Melalui sinergi pemerintah pusat, daerah, dan kelompok tani, diharapkan budidaya kelapa di Gunungkidul mampu menjadi sumber pendapatan jangka panjang, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, dan mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. *(hf)

Tinggalkan komentar

Skip to content