BUPATI GUNUNGKIDUL PANEN MELON DI SUMBEREJO SEMIN, DORONG PERTANIAN MODERN BERKEMBANG

SEMIN – Pertanian Gunungkidul tidak hanya padi dan palawijo saja. Komoditas lainnya seperti Perkebunan dan Hortikultura juga mulai dikerjakan oleh para petani. Seperti halnya komoditas semangka dan melon yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Sentra penanaman melon ada di Kapanewon Playen, Semin, Ngawen, Nglipar dan Semanu. Selain semakin bertambahnya pertanian hortikultura bernilai ekonomi tinggi, pertanian modern atau disebut pertanian presisi juga dilakukan petani di Kabupaten Gunungkidul. Pada Senin (09/02/2026) Bupati Gunungkidul berkunjung di Greenhouse Southmountain Farm, milik Bapak Warto, yang berlokasi di Padukuhan Kembang, Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin, pada kesempatan tersebut juga dilakukan petik melon, dipetik melon dengan bobot 3 kg satu butirnya. Jenis melon yang dikembangkan adalah Melon Talent dan Sweet Lavender. Melon dibudidayakan dengan system hidroponik greenhouse yang menerapkan pengelolaan modern dengan penerapan aplikasi nutrisi, irigasi tetes, hingga pengendalian hama secara otomatis.
Bupati Gunungkidul menyampaikan apresiasi atas inovasi dalam budidaya pertanian hortikultura bernilai ekonomi tinggi secara modern. Menurutnya, keberadaan greenhouse seperti Southmountain Farm dapat menjadi contoh bahwa sektor pertanian di Gunungkidul mampu adaptif pada teknologi baru, menjadi pertanian modern. Selain itu juga akan mensejahterakan para petani sesuai misi Bupati yaitu Tani Makmur.
Pemilik Greenhouse Southmountain Farm, Bapak Warto, menjelaskan bahwa budidaya melon sudah berjalan tiga tahunan dengan metoda hidroponik greenhouse. Harapannya dengan sistem ini hasil akan optimal, baik dari segi kualitas maupun jumlah hasil panen, selain itu tidak tergantung perubahan cuaca hujan panas. Dirinya mempunyai 2 unit greenhouse hidroponik dengan populasi per greenhouse sebanyak 1000 batang tanaman. Harapan akan dihasilkan 2 sampai dengan 3 kg per butirnya dengan harga antara Rp 20.000 sampai dengan Rp. 25.000 per kilo sesuai jenis melonnya. Saat ini hasil melon sudah terserap pasar super market di Jakarta, sehingga sudah terjamin pasarnya.
Terpisah Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi yang turut hadir mengikuti kunjungan Bupati Gunungkidul menyampaikan bahwa budidaya tanaman hortikultura lima tahun terakhir marak di Gunungkidul baik dibudidayakan di lahan langsung maupun dengan sistem greenhouse. Menurut catatan dinas pada tahun 2025 hasil buah melon mencapai 379,4 ton tersebar di beberapa kapanewon dan dibudidayakan setelah tanam padi di musim pertama. Harapannya melalui kegiatan panen melon ini, dapat memotivasi petani lainnya untuk mengembangkan pertanian modern dan peningkatan perekonomian petani di Kabupaten Gunungkidul. *(RY)

Tinggalkan komentar

Skip to content