WONOSARI — Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melalui Bidang Kesehatan Hewan menggelar Bimbingan Teknis Juru Sembelih Halal (JULEHA) pada Senin (11/5/2025) di Ruang Rapat I Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul. Kegiatan ini diikuti 50 orang peserta yang merupakan perwakilan takmir masjid dan mushola dari berbagai wilayah di Kabupaten Gunungkidul.
Bimtek ini sebagai upaya dari pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya masyarakat, khususnya pengurus masjid, agar memiliki keterampilan khusus dalam penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam, standar kebersihan, serta prinsip kesejahteraan hewan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Rismiyadi, S.P., M.Si, menggarisbawahi pentingnya pelaksanaan bimtek JULEHA sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi takmir masjid dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang sesuai syariat, higienis, dan profesional. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh daging kurban yang memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas juga menyerahkan sertifikat kepada para peserta bimtek sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam mengikuti pelatihan.


Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan praktik langsung penyembelihan hewan kurban yang benar dan sesuai ketentuan halal. Narasumber kegiatan, drh. Sonny Handoko, DVM, MB yang merupakan praktisi profesional di bidang kesehatan hewan dan penyembelihan halal, menyampaikan materi menyeluruh mulai dari pemilihan hewan kurban yang sehat dan memenuhi syarat syariat, pemeriksaan kesehatan hewan, penanganan sebelum penyembelihan, teknik penyembelihan halal, hingga proses penanganan daging secara higienis dan memenuhi kaidah Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) bagi masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, drh. Retno Widyastuti, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar kedepan setiap masjid memiliki takmir yang mampu menjadi Juru Sembelih Halal yang kompeten.
“Melalui bimtek ini, kami berharap seluruh masjid memiliki takmir yang menguasai ilmu JULEHA sehingga penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan sesuai syariat Islam, higienis, memenuhi prinsip kesejahteraan hewan, serta menghasilkan daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Dampaknya, masyarakat memperoleh ketenteraman batin karena daging yang dikonsumsi berkualitas, sehat, dan halal, sehingga tercipta masyarakat yang sehat, sejahtera, dan bahagia,” ujarnya.
Pelatihan ini juga menjadi bentuk edukasi berkelanjutan kepada masyarakat tentang pentingnya tata kelola kurban yang profesional, tidak hanya dari sisi ibadah, tetapi juga kesehatan masyarakat veteriner.
Ke depan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul juga telah menyiapkan agenda lanjutan berupa sosialisasi pengelolaan daging kurban bersama PKK Kabupaten Gunungkidul pada 13 Mei 2026, dilanjutkan kegiatan bersama PKK Kapanewon Tanjungsari pada 19 Mei 2026. Selain itu, pada 18 Mei 2026 mendatang akan kembali dilaksanakan Bimtek JULEHA bekerja sama dengan BAZNAS dan Kementerian Agama Gunungkidul sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat dalam tata kelola kurban yang sehat, halal, dan profesional.
Dengan adanya bimtek ini, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul berharap pelaksanaan kurban di seluruh wilayah semakin berkualitas, aman, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan asal hewan yang sehat dan halal di Kabupaten Gunungkidul. *(hf)
