WONOSARI – Upaya peningkatan ketahanan pangan daerah masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan produktivitas lahan, efisiensi pengolahan tanah, serta kebutuhan modernisasi alat pertanian di tingkat petani. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program bantuan sarana produksi dan alat mesin pertanian.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan menyalurkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan). Kegiatan ini digelar di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Kamis (18/6/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menjelaskan bahwa bantuan alsintan yang disalurkan bersumber dari dana APBD maupun APBN dengan rincian 2 unit traktor roda empat, 3 unit traktor roda dua, 1 unit traktor khusus Amberjack, serta 12 unit kultivator.
Lebih lanjut, ia juga melaporkan sejumlah program pertanian yang telah berjalan, di antaranya bantuan bibit kelapa untuk lahan 221 hektare, bibit durian 25 hektare, serta rencana distribusi bibit jagung seluas 8.500 hektare pada Juli mendatang.
Pada sektor infrastruktur pertanian, telah dilakukan pemberkasan untuk 15 unit irigasi perpompaan dan 9 unit irigasi perpipaan dengan total nilai Rp3,5 miliar yang diharapkan segera direalisasikan. Selain itu, terdapat usulan pembangunan 16 lokasi Jalan Usaha Tani (JUT) yang masih dalam proses verifikasi Kementerian Pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya pemanfaatan bantuan secara optimal melalui sosialisasi kepada seluruh penerima agar alat dapat dirawat dan digunakan sesuai peruntukannya, serta dikelola melalui koordinasi rutin Poktan dan Gapoktan.
“Seluruh calon penerimanya kita hadirkan dan kita sosialisasi untuk alat ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, dirawat, dan juga nanti diatur cara pemakaiannya, dan juga rutin ada rapat poktan dan gapoktan. Sehingga, kalau ada alat pertanian, sudah dibantu pupuk, dibantu bibit, dibantu obat-obatan untuk penanggulangan hama, harapan kami gotong royong dari para petani itu tenaga, waktu, pikiran untuk merawat tanamannya sehingga petani bisa sejahtera dan swasembada pangan, dan juga ketahanan pangan keluarga bisa terjaga,” ujar Bupati.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam kesempatan itu juga menegaskan pentingnya peran petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah serta mendorong optimalisasi lahan-lahan kurang produktif untuk komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti kelapa genjah, kopi, dan durian.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, Inspektur Daerah, perwakilan DPKP DIY, serta para penyuluh pertanian. *(hf)