Dua ASN Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Raih Juara DTA 2026, Angkat Budaya Lokal dan Inovasi Pelayanan

WONOSARI – Kreativitas di ruang digital kembali membuahkan prestasi bagi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul. Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) instansi tersebut berhasil meraih penghargaan dalam ajang Digital Talent Award (DTA) Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026. Iqfan Yandhi Himawan meraih Juara 2 melalui karya berjudul “Gumbregan”, sedangkan Festus Tata Reynara meraih Juara 3 melalui karya “LAPOR DOK”.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam malam penganugerahan DTA 2026 yang diselenggarakan di Omah Kayu Resto, Wonosari, pada 29 Oktober 2026. Capaian ini menjadi bukti bahwa media sosial pemerintah dapat dimanfaatkan lebih dari sekadar menyampaikan kegiatan dan informasi kedinasan. Dengan kreativitas dan sudut pandang yang tepat, konten digital mampu mengangkat persoalan di tengah masyarakat, memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal, hingga mendekatkan layanan pemerintah kepada warga.

Mengangkat Gumbregan Sebelum Kehilangan Tempat di Tengah Perubahan Zaman

Ada alasan khusus mengapa Iqfan Yandhi Himawan memilih tradisi Gumbregan sebagai tema karyanya. Tradisi yang lekat dengan kehidupan masyarakat agraris Gunungkidul ini semakin jarang dikenal dan dilaksanakan, terutama di tengah perubahan pola kehidupan serta perkembangan zaman. Jika tidak terus diperkenalkan, bukan tidak mungkin nilai-nilai yang terkandung di dalamnya semakin terlupakan oleh generasi berikutnya.

Gumbregan bukan sekadar tradisi yang berkaitan dengan hewan ternak atau Rojo Koyo. Di dalamnya terkandung nilai rasa syukur, doa, gotong royong, dan kepedulian masyarakat terhadap hewan yang menjadi bagian penting dari kehidupan dan sumber penghidupan keluarga petani.

Melalui konten digital yang dikemas secara komunikatif, Iqfan berupaya membawa kembali tradisi tersebut ke ruang publik, khususnya media sosial yang banyak diakses generasi muda. Karya ini mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenal Gumbregan sebagai warisan budaya, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Raihan Juara 2 menjadi capaian tersendiri, sekaligus pengingat bahwa pelestarian budaya tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan tradisional. Media digital juga dapat menjadi ruang untuk mendokumentasikan, mengenalkan, dan mewariskan kearifan lokal kepada generasi mendatang.

LAPOR DOK: Ketika Teknologi Mempermudah Peternak Mendapatkan Layanan

Berbeda dengan pendekatan budaya, Festus Tata Reynara menghadirkan karya yang berangkat dari kebutuhan praktis masyarakat peternak melalui “LAPOR DOK”.

Karya ini memperkenalkan layanan pelaporan berbasis QR Code yang memudahkan masyarakat menyampaikan informasi mengenai gangguan kesehatan ternak, dugaan penyakit menular, maupun kejadian luar biasa kepada dokter hewan.

Permasalahan kesehatan hewan membutuhkan penanganan yang cepat dan informasi yang tepat. Karena itu, kemudahan menyampaikan laporan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung respons petugas di lapangan.

Melalui video edukatif yang ringkas dan mudah dipahami, Festus memperkenalkan LAPOR DOK sebagai salah satu bentuk pemanfaatan teknologi untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Harapannya, peternak semakin mengenal dan memanfaatkan layanan tersebut sehingga potensi gangguan kesehatan hewan dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti.

Karya ini berhasil meraih Juara 3, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi digital tidak harus selalu hadir dalam bentuk teknologi yang rumit. Inovasi sederhana yang menjawab kebutuhan masyarakat justru dapat memberikan manfaat nyata.

Talenta Digital Harus Hadir dan Memberi Manfaat

Dalam sambutan malam penganugerahan DTA 2026 di Omah Kayu Resto, Wonosari, 29 Oktober 2026, Bupati Gunungkidul menyampaikan pesan tentang pentingnya peran masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menghadapi perkembangan teknologi.

“Laju perkembangan era digital menuntut kita untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan pelaku aktif yang ulet dan berdaya saing. Anak-anak muda Gunungkidul memegang peranan penting untuk membangun ruang digital yang positif, inspiratif, dan membawa manfaat nyata bagi seluruh warga.”

Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang dihadirkan melalui kedua karya ASN Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul. Gumbregan menunjukkan bagaimana ruang digital dapat digunakan untuk menjaga ingatan kolektif dan identitas budaya daerah, sementara LAPOR DOK memperlihatkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

Bupati Gunungkidul juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem digital yang positif.

“Mari kita terus bergandengan tangan, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan membuktikan bahwa talenta digital Gunungkidul adalah talenta yang berdaya, ulet, dan siap mewujudkan Gunungkidul Raya!”

Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan di ruang digital tidak semata-mata diukur dari jumlah penonton, tanda suka, atau seberapa viral sebuah konten. Lebih dari itu, ukuran keberhasilan terletak pada pesan yang tersampaikan, pengetahuan yang bertambah, budaya yang tetap hidup, serta manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Bukan Berhenti pada Penghargaan

Bagi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, raihan Juara 2 dan Juara 3 dalam DTA 2026 menjadi dorongan untuk terus menghadirkan komunikasi publik yang lebih kreatif dan relevan dengan kehidupan masyarakat.

Dua karya tersebut membawa pesan yang saling melengkapi. Di satu sisi, ada tradisi Gumbregan yang perlu terus diperkenalkan agar tidak hilang di tengah perubahan zaman. Di sisi lain, ada LAPOR DOK yang menawarkan kemudahan akses pelayanan bagi peternak melalui pemanfaatan teknologi.

Ke depan, tantangan komunikasi publik bukan hanya bagaimana membuat masyarakat melihat konten pemerintah, tetapi bagaimana membuat mereka memperoleh manfaat setelah melihatnya. Informasi harus mampu menjawab kebutuhan, edukasi harus mudah dipahami, dan inovasi harus semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Prestasi ini bukanlah titik akhir. Justru menjadi pengingat bahwa setiap ASN memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui ide, kreativitas, dan kemampuan memanfaatkan teknologi.

Sebab, di balik sebuah konten digital yang baik, ada pesan yang ingin disampaikan, persoalan masyarakat yang ingin dijawab, dan nilai-nilai daerah yang ingin terus dijaga. Itulah makna talenta digital yang sesungguhnya: bukan sekadar mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi mampu menjadikan perkembangan tersebut sebagai jalan untuk memberi manfaat bagi masyarakat Gunungkidul.

Previous DPP Gunungkidul Kenalkan Produk Peternakan Lokal kepada Ratusan Siswa SDII Waladun Sholihun

Leave Your Comment