WONOSARI (10/09/2025) – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyelenggarakan Ekspose Hasil Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2025. Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Gunungkidul ini dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 3 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, dengan dihadiri seluruh kepala perangkat daerah.
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai wujud nyata komitmen perangkat daerah dalam mendukung penyelenggaraan kearsipan yang tertib, akuntabel, dan sesuai peraturan perundangan.
Pada tahun 2025, Dinas Pertanian dan Pangan berhasil meraih peringkat ke-5 dengan nilai 82,06 (predikat A – Memuaskan). Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang memperoleh nilai 67,98 dengan predikat B (Baik). Prestasi tersebut menegaskan adanya peningkatan tata kelola kearsipan yang lebih baik, selaras dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Penilaian dilakukan terhadap 47 perangkat daerah dengan melibatkan proses audit kearsipan yang independen, objektif, dan profesional.
Adapun peringkat 10 besar perangkat daerah terbaik dalam pengawasan kearsipan internal tahun 2025 adalah sebagai berikut:
- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan – 88,95 (A)
- Sekretariat Daerah – 88,35 (A)
- Dinas Perhubungan – 87,91 (A)
- Inspektorat Daerah – 85,98 (A)
- Dinas Pertanian dan Pangan – 82,06 (A)
- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah – 80,35 (A)
- Dinas PUPRKP – 76,74 (BB)
- Dinas Kesehatan – 76,11 (BB)
- Dinas Pendidikan – 75,42 (BB)
- Dinas Sosial PPA – 74,95 (BB)
Selain penyerahan piagam penghargaan untuk peringat 1 sampai 3, acara juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama tertib arsip oleh seluruh perangkat daerah. Hal ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem kearsipan, menjamin keselamatan arsip statis, dan mewujudkan tertib administrasi pemerintahan di Kabupaten Gunungkidul.
Dengan capaian ini, Dinas Pertanian dan Pangan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kearsipan, memperkuat pemahaman seluruh pegawai terkait pentingnya arsip sebagai memori kolektif bangsa, serta mendukung terwujudnya pemerintahan yang transparan dan akuntabel di Gunungkidul. *(hf)