Dorong Produksi Jagung, DPP Laksanakan Temu Usaha ke PT RAJA

KLATEN – (19/08/2025) – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai pusat kegiatan penyuluhan di tingkat kapanewon mempunyai beberapa peran penting, diantaranya sebagai pusat jalinan kemitraan bagi petani ataupun kelompok tani. Untuk memperkuat peran tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul bersama penyuluh dan petani milenial Kapanewon Ponjong, Girisubo, dan Rongkop melaksanakan kunjungan/temu usaha di PT Restu Agropro Jayamas (RAJA) yang beralamat di Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyuluhan serta penguatan peran BPP sebagai pusat kemitraan petani.

Benih Raja merupakan salah satu produsen benih yang didirikan untuk memproduksi bibit bibit unggul pertanian dan produk Agrochemical baik organik maupun anorganik. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 31 Januari 2019 dengan visi mampu memproduksi benih dan produk pertanian yang berkualitas, berintegritas dan berkelanjutan, serta terdepan dalam pengembangan teknologi di Indonesia.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi, SP, M.Si dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani terutama dalam budidaya perbenihan jagung. Jalinan kerjasama kedua belah pihak diharapkan akan mampu mendongkrak produksi jagung sebagai salah satu komoditas andalan di Gunungkidul.

Kunjungan kali ini dilakukan di Plant Office 1, Ngowo, Ceper, Klaten dengan diawali pemaparan materi terkait budidaya jagung, baik jagung produksi maupun jagung perbenihan. Materi kedua terkait kemitraan petani/kelompok tani dengan perusahaan. Saat ini telah ada ribuan petani yang bermitra untuk menghasilkan benih jagung.

Acara dilanjutkan dengan tour ke pabrik pengolahan benih. Peserta mengikuti proses mulai penyortiran buah jagung, pengeringan, sampai menjadi benih siap tanam. Pabrik di klaten sudah dilengkapi dengan laboratorium untuk menguji mutu benih yang dihasilkan, termasuk uji daya perkecambahan. Uji ini dilakukan secara acak setiap tiga bulan sebagai upaya menjaga kualitas benih jagung yang dihasilkan.

Diakhir acara, kedua pihak sepakat untuk menjalin kerjasama lebih erat lagi. Diharapkan setelah kegiatan ini, akan ada jalinan kemitraan antara perusahaan dengan petani/kelompok tani sehingga Gunungkidul tidak hanya sebagai penghasil jagung tetapi juga mampu memproduksi benih jagung. *(NH)

Tinggalkan komentar

Skip to content