PLAYEN (07/01/2026) – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul turut berpartisipasi dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia secara daring, Rabu (7/1/2026). Di Gunungkidul, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di wilayah kapanewon se-Kabupaten Gunungkidul dan diikuti oleh kurang lebih 1.500 petani.
Titik utama pelaksanaan di Kabupaten Gunungkidul dipusatkan di Kelompok Tani (KT) Sedyo Makmur, Bogor 2, Kalurahan Playen, Kapanewon Playen. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gunungkidul yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul beserta jajaran, Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Kapolres Gunungkidul yang diwakili Wakapolres, Panewu Playen, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Regu Pengendali Tanaman (RPT) Handayani, serta ratusan petani setempat.
Partisipasi aktif Pemerintah Kabupaten Gunungkidul merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program strategis nasional di bidang pertanian, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan serta penguatan ketahanan pangan daerah.
Pada kesempatan tersebut, secara simbolis juga diserahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), berupa satu unit traktor roda empat untuk KT Sedyo Makmur Bogor 2, Playen, serta satu unit combine harvester untuk Gapoktan Sidorahayu, Playen yang merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian.
Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan berpesan agar bantuan alsintan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menghidupkan peran kelompok tani sebagai sarana belajar, sarana berproduksi, dan sarana bekerja sama, sehingga kelompok tani tidak hanya berfungsi sebagai penerima bantuan, tetapi menjadi wadah penguatan kapasitas dan kemandirian petani.



Sementara itu, Presiden Republik Indonesia dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan prioritas utama dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. “Pertanian adalah sektor strategis. Negara tidak boleh bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya,” ujar Presiden.
Presiden juga menekankan pentingnya pembenahan tata kelola pertanian serta peningkatan kesejahteraan petani. “Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan bangsa,” tegasnya.
Selain itu, Presiden mendorong modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi guna meningkatkan produktivitas dan menghadapi tantangan global. *(hf)