(WONOSARI) — Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H/2026 M, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, telur, serta aneka produk pangan lainnya. Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.
Kolaborasi Pemerintah dan Mitra
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini didanai melalui APBD Kabupaten Gunungkidul yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul. Dalam penyelenggaraannya, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menggandeng sejumlah mitra strategis, di antaranya Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan Bank Indonesia, serta melibatkan kelompok tani, asosiasi pasar tani, dan pelaku UMKM.
Harga pangan yang ditawarkan kepada masyarakat dapat lebih murah karena adanya dukungan pembiayaan serta efisiensi distribusi dari berbagai pihak. Sebagian selisih harga ditopang melalui anggaran pemerintah daerah, sementara komoditas pangan juga dipasok oleh mitra seperti Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog dengan harga penugasan pemerintah. Selain itu, keterlibatan kelompok tani dan pelaku UMKM memungkinkan distribusi dilakukan lebih pendek langsung dari produsen kepada konsumen.
Upaya Memperkuat Ketahanan Pangan
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Yanno Findria Sukarni, menyampaikan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat pilar ketahanan pangan, khususnya dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dari empat pilar ketahanan pangan, yaitu menjaga ketersediaan pangan di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri. Melalui kerja sama dengan Gapoktan, para mitra, serta Asosiasi Pasar Tani (Aspartan), kami menggelar Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 kegiatan Gerakan Pangan Murah direncanakan akan dilaksanakan sebanyak empat kali. Setelah pelaksanaan pertama pada bulan Maret ini, kegiatan serupa dijadwalkan kembali digelar pada bulan Juni mendatang guna terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kabupaten Gunungkidul.
Membantu Petani dan Masyarakat
Kegiatan ini juga memberikan manfaat bagi para petani yang dapat menjual hasil panennya secara langsung kepada masyarakat. Salah satu petani bawang merah yang turut berpartisipasi, Surbeh, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
“Gerakan Pangan Murah ini sangat bermanfaat bagi petani karena kami bisa menjual hasil panen langsung kepada konsumen. Terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul yang telah membantu memfasilitasi penjualan langsung seperti ini,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Surbeh membawa sekitar 270 kilogram bawang merah untuk dijual kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa harga bawang merah yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah sebesar Rp34.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga yang biasa ia jual di rumah sekitar Rp38.000 per kilogram. Menurutnya, harga tersebut dapat lebih terjangkau karena adanya penjualan langsung kepada pembeli serta dukungan subsidi dari dinas.
“Dengan adanya subsidi dari dinas, harga bisa lebih murah bagi masyarakat tetapi tetap menguntungkan bagi petani,” tambahnya.
Sehari sebelumnya, yakni pada Selasa (10/3/2026), kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di lokasi yang sama. Namun kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan sumber pendanaan yang berbeda.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih mudah mengakses bahan pangan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di daerah menjelang Idulfitri. *(hf)


