Jelang Iduladha 1447 H, TPID Gunungkidul Pantau Ketersediaan dan Kesehatan Hewan Kurban

PLAYEN – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gunungkidul bersama Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan pemantauan ketersediaan serta kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kamis (7/5/2026).

Pemantauan dilakukan di Pasar Hewan Siyonoharjo dan Ayodhya Farm, Banaran, Playen. Kegiatan tersebut diikuti Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sekretaris Daerah, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Bupati Gunungkidul mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan hewan kurban di Kabupaten Gunungkidul, baik dari sisi ketersediaan maupun kondisi kesehatannya menjelang Iduladha.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, populasi ternak ruminansia hingga akhir 2025 mencapai 136.650 ekor sapi, 206.279 ekor kambing, dan 16.143 ekor domba.

Bupati juga mengajak masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta maupun daerah lain untuk membeli hewan kurban di Gunungkidul karena ketersediaan ternak dinilai mencukupi dan kondisinya sehat.

“Silakan yang belum mendapatkan dan belum belanja sapi maupun kambing kurban untuk bisa datang ke Kabupaten Gunungkidul. Insyaallah sudah dalam pemeriksaan dari dinas terkait dan dalam keadaan sehat serta selalu divaksin,” katanya.

Selain memastikan ketersediaan ternak, pemantauan juga difokuskan pada aspek kesehatan hewan guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular strategis. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul selaku pengampu urusan peternakan dan kesehatan hewan turut melakukan pemeriksaan kesehatan ternak serta edukasi kepada peternak dan pedagang agar hewan kurban memenuhi prinsip aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Bupati menyebut sehari sebelumnya pemerintah daerah juga telah menggelar sarasehan bersama peternak di Bangsal Sewokoprojo dengan menghadirkan akademisi dan ahli peternakan guna memberikan edukasi terkait perawatan ternak menjelang Iduladha.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan UGM untuk mendampingi pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

“Nanti akan ada dokter hewan yang kami terjunkan untuk mendampingi penyembelihan secara benar,” ujarnya.

Terkait harga ternak, Bupati mengatakan kondisi pasar masih dinamis. Menurut dia, harga kambing sempat mengalami penurunan namun mulai bergerak naik, sedangkan harga sapi relatif stabil.

“Masih ada tiga pasaran lagi, jadi tidak menutup kemungkinan harganya nanti berubah. Mudah-mudahan harganya stabil sehingga tidak menjadi penyumbang inflasi di DIY maupun di Kabupaten Gunungkidul,” katanya.

Dalam pemantauan tersebut juga diperoleh data aktivitas perdagangan ternak di Pasar Hewan Siyonoharjo yang cukup tinggi. Dalam satu kali pasaran, jumlah sapi yang diperjualbelikan mencapai sekitar 700 ekor, sedangkan kambing sekitar 900 ekor.

Bupati menyebut Pasar Hewan Siyonoharjo menjadi salah satu pusat perdagangan sapi di Kabupaten Gunungkidul menjelang Iduladha. *(hf)

Tinggalkan komentar

Skip to content