Pemantauan Pemotongan Hewan Kurban 2018

Pada satu hari menjelang Hari Raya Idul Adha (21/8), petugas pemantau pemotongan hewan kurban wajib melaksanakan pemeriksaan antemortem pada ternak sebelum disembelih, menyarankan untuk mengistirahatkan ternak, dan ternak dipuasakan. Kemudian pada saat penyembelihan mengawasi proses restrain agar memenuhi kaidah kesejahteraan hewan, pemotongan sempurna dengan memutus tiga saluran: saluran nafas, saluran makan dan pembuluh darah. Setelah itu mengawasi proses pengulitan, penanganan daging kurban dan juga pemeriksaan parasit, seperti cacing hati, cysticercus, dan sebagainya yang membahayakan manusia.

Ditegaskan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto, Dinas Pertanian dan Pangan mengerahkan sebanyak 169 orang petugas dan dibantu 35 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang disebar di seluruh wilayah Kabupaten Gunungkidul untuk melaksanakan tugas pemantauan selama 1 hari antemortem dan post motem. Hasil pemeriksaan dan pemantauan, yang meliputi banyaknya ternak yang dipotong, dilaporkan ke posko yang berada di kantor dinas.

Pelaksanaan pemantauan pemotongan hewan kurban bertujuan untuk memastikan semua ternak sehat sebelum pelaksanaan pemotongan dan memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat memenuhi kaidah aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).

Untuk memenuhi kaidah tersebut, Tim Pemantau Gabungan yang terdiri dari Ibu Bupati Gunungkidul, Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul dan Tim Teknis Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melakukan peninjauan di 10 titik pemotongan di wilayah kota Wonosari dan Kecamatan Playen. Sedangkan untuk kecamatan lainnya dipantau oleh petugas UPT Pusat Kesehatan Hewan dan UPT Laboratorium Kesehatan Hewan.

Jumlah ternak kurban yang diperiksa di 10 titik pemotongan, sapi 67 ekor dan kambing 70 ekor, dengan hasil pemeriksaan jantung, hati, paru-paru, ginjal serta lambung sehat, tidak ditemukan gejala sakit yang membahayakan manusia. Secara umum dari hasil pantauan tim gabungan, daging yang dinyatakan sehat, aman di konsumsi oleh masyarakat luas.

Tim Pemantau Gabungan

Tinggalkan komentar

Skip to content