Upaya Mengembalikan Kejayaan Tanaman Rempah-rempah

Pada zaman dahulu Indonesia dijajah oleh Belanda karena ingin dikuasai kekayaan rempah-rempahnya, namun saat ini setelah merdeka seiring dengan perkembangan penduduk lambat laun komoditas rempah rempah seperti lada, pala, cengkih, ketumbar semakin langka. Hal ini dikarenakan kebutuhan pangan semakin meningkat, produksi pangan dituntut semakin meningkat, luas tanam komoditas tanaman pangan semakin bertambah sehingga tanaman rempah tergeser oleh komoditas lain. Selain itu juga dipicu dengan adanya alih fungsi lahan dari lahan pertanian ke non pertanian. Melihat kondisi seperti ini, sebenarnya merupakan peluang baru bagi petani untuk mengembangkan kembali tanaman rempah-rempah. Tanaman lada saat ini di Kabupaten Gunungkidul hanya tinggal seluas 6,2 ha, dengan luasan tanaman menghasilkan sebesar 2,1 ha dan rata-rata produksi setahun 931 kg. Sedangkan luas tanaman cengkeh 35,4 ha, tanaman menghasilkan seluas 20,5 ha, jumlah produksi 5,990 ton.

Melaui kegiatan APBD maupun dana aspirasi tahun 2018 Kabupaten Gunungkidul mengembangkan lada seluas 9 ha dengan jumlah bibit sebanyak 9.000 batang. Lokasi pengembangan tersebar di 12 kelompok tani antara lain di KT Dawung, Bunder, Patuk; KT Gedangan 3, Gedangrejo, Karangmojo; KT Pijenan, Tambakromo, Ponjong; KT. Gojo, Kedungpoh, Nglipar, KT Mikir Deso, Pengkol, Nglipar, KT Blimbing, Karangrejek, Wonosari, KT Sunggingan, Umbulrejo, Ponjong, KT. Dogo, Nglanggeran, Patuk, KT Blimbing, Umbulrejo, Ponjong, KT Banaran V, Playen; KT Banaran IX, Playen; dan KT Tengger, Sawahan, Ponjong.

Penyerahan bibit  secara simbolis dilakukan oleh Bapak H. Gandung Pardiman, SE, MM, Anggota DPR RI, di Balai Desa Sawahan, Ponjong, pada pertengahan Desember 2018 lalu. Selain lada juga diserahkan bantuan bibit kakao sebanyak 55.000 batang untuk dibantukan ke beberapa kelompok tani perkebunan di kecamatan Ponjong, Karangmojo, Wonosari, Playen, Patuk, dan Nglipar untuk areal seluas 55 ha. –SUG

Tinggalkan komentar

Skip to content