Revolusi industri 4.0 merupakan suatu tren di dunia industri yang menggabungkan antara teknologi otomatisasi atau teknologi nyata dengan teknologi di dunia cyber. Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data melalui media internet, sehingga akan mengakibatkan perubahan dalam banyak bidang, termasuk perubahan secara ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup seseorang. Sehingga, dapat dikatakan bahwa revolusi industri 4.0 akan menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dalam berbagai bidang kehidupan.
Rapat koordinasi jejaring industri mitra SMK menuju era revolusi industri 4.0 ini sudah beberapa kali dilaksanakan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 27 Juli 2019 di SMK 1 Saptosari. Sedangkan pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 05 September 2019 di SMK Mardhotullah Playen. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, antara lain dari Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Gunungkidul, Dinas Pertanian dan Pangan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia serta beberapa praktisi dari bidang pertanian.
Dalam sambutannya, Drs. Suharyanto, MM selaku Pengawas SMK Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa saat ini SMK mulai diarahkan untuk menyongsong adanya era revolusi industri 4.0 dengan memanfaatkan jaringan internet yang ada untuk kegiatan pembelajaran di sekolah. Harapan dari Dispora, bahwa SMK akan melahirkan alumni yang siap untuk berwirausaha, sehingga alumni SMK akan siap dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Kabupaten Gunungkidul baru terdapat 2 SMK yang konsentrasi studinya berbasis pertanian, yaitu di SMK 1 Saptosari dengan Konsentrasi Teknologi Pertanian dan di SMK Mardhotullah Playen dengan konsentrasi studi Peternakan dan Pengolahan Hasil Pertanian. Untuk mendukung era revolusi industri 4.0, maka kedua SMK tersebut menjaring aspirasi dari pihak-pihak terkait dalam hal penyusunan kurikulum atau bahan ajar. Dalam hal ini, Dinas Pertanian dan Pangan sebagai salah satu mitra dalam penyusunan kurikulum dan bahan ajar tersebut, sehingga masukan-masukan dari Dinas Pertanian dan Pangan akan sangat membantu dalam proses tersebut.
Bapak Wibowo Purno Katoto, S.TP., M.Si selaku Kasi Ketenagaan menyampaikan bahwa terdapat banyak sekali kegiatan yang dapat dilaksanakan untuk menyusun kurikulum di SMK berbasis pertanian, antara lain praktek pemeliharaan ayam petelur, praktek pemeliharaan ayam jawa super, praktek pengolahan hasil pertanian, melaksanakan demplot di lahan sekolah, memanfaatkan pekarangan di lingkungan sekolah untuk menanam berbagai jenis sayur mayur serta tanaman obat, dan melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di sentra-sentra pertanian maupun peternakan. Lebih lanjut disampaikan bahwa, untuk menyongsong era revolusi industri 4.0, maka kegiatan agribisnis pertanian tersebut diharapkan sudah menggunakan internet dalam mempelajari ilmu pengetahuan yang berkaitan dalam proses pembelajaran tersebut maupun memanfaatkan sosial media yang ada dalam pemasaran hasil pertanian dari siswa-siswi SMK tersebut.
Pihak pengelola SMK Mardhotullah Playen juga menyampaikan bahwa sudah terdapat beberapa kegiatan untuk mendukung proses pengembangan SMK berbasis pertaian tersebut, bahwa saat ini SMK Mardhotullah Playen sudah mengembangkan kegiatan Agribisnis Ternak Unggas dengan membudidayakan ayam petelur, dan kedepan akan mengembangkan RPA (Rumah Potong Ayam). Namun, yang lebih ditekankan dari produk-produk pertanian yang akan diproduksi oleh siswa-siswa dari SMK Mardhotullah Playen adalah penekanan pada Branding Syariah, yaitu akan memproduksi produk-produk pangan yang halalan thayyibah.
Kesimpulan pada akhir rapat koordinasi ini bahwa pihak-pihak yang terkait sudah siap untuk mendampingi SMK-SMK tersebut dalam membangun kurikulum berbasis pertanian yang sesuai dengan era revolusi industri 4.0.–FPW