PLAYEN (SENIN, 19/05/2025). Dalam rangka mengawal desiminasi atau penyebar luasan teknologi pertanian untuk pengembangan kapasitas petani dan kelompoknya, Dinas Pertanian dan Pangan pada tahun 2025 melaksanakan Kursus Tani dan Demplot sebanyak 180 unit yang tersebar di seluruh kapanewon di Gunungkidul. Sumber pendanaan kegiatan ini dari dana DAK (Dana Alokasi Khusus) Non Fisik 2025 dengan program Sekolah Lapang Tematik.
Beberapa demplot dilaksanakan di musim tanam kedua tahun 2025 dan beberapa dilaksanakan di musim tanam kesatu th 2025/2026 atau musim hujan mendatang di bulan Oktober 2025. Komoditas pertanian yang diusahakan antara lain padi, jagung, bawang merah dan cabe.
Pada Senin (19/05/2025) Tim DPP laksanakan monitoring pelaksanaan demplot di lapangan, lokasi peninjauan di bulak Nogosari 1, Bandung, Playen dengan PPL pendamping drh. Dewi Puspita Maryanti, dan petani pelaksana Maryanto. Demplot berupa penanaman cabe rawit dengan sistem perempelan. Menurut PPL Pertanian wilayah Kalurahan Bandung menjelaskan bahwa selama ini para petani masih melaksanakan budidaya cabe dengan sistem konvensional dimana cabang tidak produkstif masih dipelihara dan ditumbuhkan dengan maksud biar kelihatan subur, padahal cabang tersebut tidak produktif hanya membebani nutrisi tanaman secara keseluruhan. Dengan perempelan cabang tidak produktif diharapkan produksi cabai meningkat. Hal ini bisa dibandingkan antara petak konvensional dan petak perempelan ternyata bunga dan bakal buahnya lebih banyak muncul di cabang cabang produktif. Maryanto sendiri selaku petani cabe akan ikut melaksanakan metoda perempelan setelah melihat hasil yang ada, sehingga tanaman cabe miliknya yang di dekat lahan demplot akan dilakukan perempelan dengan harapan bunga dan buahnya berlipat.

Selain di Mendongan monitoring demplot juga dilaksanakan di Jatisari, Playen dengan komoditas padi dan pendamping PPL Suharyani, STP. Demplot berupa introduksi padi varitas hibrida dan metoda tanam Jajar Legowo 2:1, yang dibandingkan dengan tanaman padi varitas ciherang dan metoda tanam tegel. Hasil yang ada dilakukan pengamatan jumlah rumpun, tinggi tanaman, jumlah malai serta ubinan produksi nantinya.
Terpisah Catur Prihati, SP., M.URP. Ketua Tim Ketenagaan Bidang Penyuluhan selaku pelaksana kegiatan SL Tematik menjelaskan bahwa demplot dilaksanakan telah mencapai 80% sisanya dilaksanakan di musim hujan mendatang dengan komoditas padi dan jagung utamanya di zone Selatan. Demplot merupakan salah satu bagian dari Sekolah Lapang Tematik dengan biaya DAK NF, harapannya meningkatkan kapasitas petani sehingga mampu adaftif dengan teknologi baru. *(RY)
#DPP_SIAP
#GuyubGumregahGayeng