Dinas Pertanian dan Pangan Laksanakan Sosialisasi Budaya SATRIYA

WONOSARI (3 Juli 2025) – Dalam rangka memperkuat integritas, etika kerja, dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru bergabung, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melaksanakan kegiatan sosialisasi, internalisasi, dan habituasi budaya SATRIYA. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat I Dinas Pertanian dan Pangan dan diikuti oleh seluruh PPPK baru, serta perwakilan ASN dari bidang, sekretariat dan UPT.

Budaya SATRIYA merupakan akronim dari Santun, Amanah, Teladan, Rela melayani, Inovatif, dan Akuntabel, yang menjadi pedoman perilaku ASN Pemerintah Daerah DIY dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan publik. Kegiatan ini bertujuan membekali para pegawai, khususnya PPPK baru, dengan pemahaman yang kuat agar dapat menginternalisasi dan membiasakan nilai-nilai tersebut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul dalam sambutannya menyampaikan bahwa penanaman budaya kerja yang positif sangat penting untuk mendukung birokrasi yang berintegritas dan profesional.

“Budaya SATRIYA harus menjadi bagian dari sikap dan perilaku kita dalam bekerja, bukan hanya sebagai slogan. Dengan memahami dan menerapkannya sejak awal, khususnya bagi PPPK yang baru, kami berharap nilai-nilai ini menjadi landasan utama dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain budaya SATRIYA, kegiatan ini juga mensosialisasikan nilai-nilai berAKHLAK sebagai core values ASN secara nasional. BerAKHLAK merupakan singkatan dari Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai tersebut diperkenalkan sebagai bagian penting dari transformasi budaya kerja ASN menuju pelayanan publik yang unggul dan responsif terhadap perubahan zaman.

Materi lain yang turut disampaikan adalah pentingnya netralitas ASN. ASN, termasuk PPPK, diingatkan untuk menjaga sikap profesional dan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis dalam bentuk apapun, termasuk melalui media sosial. Netralitas merupakan wujud integritas ASN yang harus dijaga demi kepercayaan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai, baik PPPK baru maupun ASN dari berbagai bidang, sekretariat dan UPT, dapat secara konsisten mengimplementasikan nilai-nilai budaya SATRIYA, menjunjung tinggi netralitas, dan nilai berAKHLAK sebagai bagian dari identitas dan profesionalisme ASN di lingkungan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul. *(hf)

Tinggalkan komentar

Skip to content