WONOSARI (Selasa, 09/12/2025). Berdasarkan data yang masuk dari laporan statistik pertanian (SP) petugas data pertanian tanaman pangan di kapanewon, Dinas Pertanian dan Pangan sampai dengan bulan Nopember 2025 mencatat luas panen padi mencapai 55.576 hektar tersebar di 18 Kapanewon se Gunungkidul. Sedangkan produksi padi yang dicapai pada subround 1 rentang Januari sampai dengan April 2025 mencapai 240.159 ton GKG (gabah kering giling) dari luas panen 45.965 Ha dan profitas 52,25 kuintal per hektar. Pada subround 2 rentang Mei sampai dengan Agustus 2025 luas panen mencapai 9.158,4 Ha dengan profitas rata rata 61, 87 kuintal per hektar dicapai 56.663,3 ton GKG. Pada subround 3 sampai dengan Desember 2025 luas panen mencapai 452 Ha dengan profitas 62 kuintal per hektar dicapai produksi 2.802 ton GKG. Sehingga total produksi padi di kabupaten Gunungkidul tahun Desember 2025 sebanyak 299.624 ton GKG atau gabah kering giling. Demikian penjelasan Danang Sutopo,S.Hut.T Katim Produksi Tanaman Pangan DPP saat dikonfirmasi. Menurut Rismiyadi, SP., M.Si. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, dengan total produksi padi 299.624 ton GKG pada tahun 2025 maka hal ini melampaui target yang ditetapkan dalam RJPMD dimana pada tahun 2025 target produksi padi sebanyak 291.000 ton GKG. Dirinya mengapresiasi kerja keras para petani dalam mendukung ketahanan pangan Gunungkidul. Produksi tahun 2025 juga melebihi dibanding tahun 2024 karena di 2024 dipengaruhi el nino atau musim yg lebih kering. Jika dihitung pada 2025 produksi padi meningkat di kisaran 10% dibanding produksi padi 2024.

Selain capaian produksi padi, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul juga mencatat prestasi penting pada aspek ketahanan pangan. Dalam pernyataannya, Rismiyadi menyampaikan bahwa “SKOR PPH Kabupaten Gunungkidul saat ini 98,41%. Angka ini merupakan angka tertinggi se DIY di Tahun 2025 (realease BAPANAS, 8 Desember 2025).”
Ia menegaskan bahwa Skor Pola Pangan Harapan (PPH) merupakan indikator mutu gizi dan keberagaman konsumsi pangan. Semakin mendekati angka 100, maka semakin besar mutu gizi dan keberagaman pangan di masyarakat. Skor ini menunjukkan kualitas konsumsi pangan Gunungkidul berada pada kategori sangat baik.
Dengan capaian produksi padi yang melampaui target serta skor PPH tertinggi di DIY, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menilai bahwa ketahanan pangan daerah selama 2025 berada pada kondisi yang sangat kuat dan terus menunjukkan tren positif. *(RY)