Gunungkidul Terpilih Sebagai Lokasi Program YESS-SI: Langkah Strategis Mendorong Regenerasi Petani Muda

GUNUNGKIDUL — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul secara resmi ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services – Scaling Up Intervention (YESS-SI) periode 2027–2029 untuk wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penunjukan ini menempatkan Gunungkidul sebagai satu-satunya kabupaten di DIY sekaligus bagian dari 15 kabupaten terpilih di tingkat nasional dalam program hasil kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) Italia. Program ini menyasar pemuda perdesaan berusia 17 hingga 39 tahun agar mampu bertransformasi menjadi pencari kerja profesional (job seeker) maupun pencipta lapangan kerja (job creator) di sektor agribisnis.

Menindaklanjuti kesepakatan nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani pada 14 Mei 2025, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bergerak cepat mematangkan langkah teknis dan administratif. Sebagai wujud komitmen resmi, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyerahkan secara langsung dokumen pernyataan dukungan Pemkab Gunungkidul saat menerima audiensi Direktur Polbangtan YOMA, R. Hermawan, di Ruang Nayyotama Kantor Setda Kabupaten Gunungkidul pada Selasa, 15 September 2026. Guna memastikan kesiapan di lapangan, Bupati menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan konsolidasi dan penyelarasan program lintas sektor.

Di samping konsolidasi internal, Pemkab Gunungkidul merespons surat dari Polbangtan YOMA Nomor 8879/SM.230/I.9/08/2026 tanggal 3 September 2026 dengan memproses penetapan Surat Keputusan (SK) Bupati guna membentuk dua kelembagaan pelaksana daerah. Kelembagaan tersebut mencakup District Coordination Team (DCT) yang diketuai oleh Kepala BAPPEDA Kabupaten Gunungkidul untuk mengoordinasikan kebijakan, menyelaraskan program, dan menyelenggarakan rapat koordinasi sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun, serta District Implementation Team (DIT) yang dipimpin oleh District Coordinator dari unsur Dinas Pertanian dan Pangan untuk mengoordinasikan operasional harian, pendampingan teknis, pengelolaan data Monitoring and Evaluation System (MES/MIS), hingga penyusunan laporan berkala. Kesiapan daerah ini kian diperkuat oleh rekam jejak kolaborasi yang telah berjalan bersama Polbangtan YOMA, antara lain Magang Berdampak di BPP Semin dan Playen, pendampingan Kelompok Tani Makmur di Nglipar menuju Desa Mandiri Benih Bawang Merah, riset terintegrasi, pengembangan BPP Patuk sebagai BPP Model Nasional, pelatihan smart farming dan literasi digital, serta penawaran beasiswa kuliah 100% gratis dari Kementerian Pertanian bagi anak petani dan pemuda daerah.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengapresiasi penunjukan Gunungkidul dalam program internasional ini sebagai langkah strategis mengatasi pengangguran dan mempercepat regenerasi petani. Bupati menekankan pentingnya merevolusi mental masyarakat agar tidak lagi bergantung pada Bantuan Langsung Tunai (BLT), melainkan mandiri dalam mengelola potensi lahan pertanian dengan menerapkan prinsip “menanam apa yang dimakan, makan apa yang ditanam, serta menjual apa yang ditanam dan menanam apa yang dijual”. Melalui penetapan kelembagaan resmi dan sinergi lintas Perangkat Daerah, Kabupaten Gunungkidul siap mewujudkan pemuda perdesaan yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.

Previous Geliat Peternakan Lokal: Kontes Ternak Sapi “Piala Keistimewaan 2026” Pacu Semangat Peternak Gunungkidul Kembangkan Sapi PO

Leave Your Comment