Akselerasi Swasembada Pangan, Bantuan Alsintan Disalurkan ke Kelompok Tani Gunungkidul

​WONOSARI – Sektor pertanian di Kabupaten Gunungkidul mendapatkan dorongan signifikan melalui penyaluran bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) hasil sinergi Kementerian Pertanian RI bersama Komisi IV DPR RI. Bantuan berupa 3 unit combine harvester, 4 unit traktor roda 4 dan 10 unit power thresher tersebut diserahkan langsung kepada kelompok tani penerima manfaat di Kabupaten Gunungkidul, Selasa (11/08/2026) di halaman Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul.

​Penyaluran alsintan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan efisiensi masa panen, serta menekan angka kehilangan hasil (loss).

​Dukungan Komisi IV DPR RI: Memastikan Program Pusat Sampai ke Petani

​Ketua Komisi IV DPR RI, menegaskan bahwa dukungan alsintan ini merupakan bukti nyata sinergi antara legislatif dan pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional. Penggunaan teknologi modern dinilai vital untuk meringankan beban operasional petani sekaligus menarik minat generasi muda ke sektor pertanian.

​”Bantuan ini disalurkan agar para petani dapat memangkas waktu dan biaya panen secara signifikan. Kami di Komisi IV DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal agar alokasi program kementerian, mulai dari alsintan, ketersediaan pupuk, hingga jaminan harga pascapanen benar-benar terserap dan dirasakan manfaatnya oleh para petani di akar rumput,” tegasnya. Beliau juga berpesan agar kelompok tani penerima dapat merawat dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara bergiliran dan transparan.

Pemda Gunungkidul: Alsintan Harus Menjadi Alat Produksi

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyambut baik dan mengapresiasi perhatian Kementerian Pertanian RI serta Komisi IV DPR RI terhadap pembangunan pertanian di Gunungkidul.

Pemkab menilai kehadiran combine harvester dan power thresher sangat tepat untuk menjawab persoalan keterbatasan tenaga kerja panen. Sementara itu, traktor roda empat diharapkan dapat mendukung efisiensi pengolahan lahan dan mempercepat proses budidaya.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menekankan agar bantuan yang diberikan tidak berhenti sebagai barang inventaris kelompok tani. Alsintan harus benar-benar menjadi alat produksi yang mampu menurunkan biaya, mempercepat proses budidaya, meningkatkan hasil panen, serta pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Untuk itu, kelompok tani penerima diharapkan membangun semangat gotong royong dalam pengelolaan Alsintan. Peralatan tersebut harus dimanfaatkan secara produktif, digunakan bersama, dan dirawat dengan penuh tanggung jawab.

Penguatan Infrastruktur Air dan Pendampingan Lapangan

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga menekankan bahwa modernisasi alat pertanian perlu berjalan beriringan dengan penyelesaian persoalan mendasar yang dihadapi petani, khususnya ketersediaan air.

Pemkab berkomitmen terus berkolaborasi memperkuat infrastruktur pendukung pertanian, antara lain melalui jaringan irigasi, pompanisasi, dan perpipaan, sehingga indeks pertanaman (IP) di Gunungkidul dapat terus meningkat.

Selain dukungan sarana produksi, pemerintah daerah juga memandang penting penguatan kapasitas petani. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul memastikan pendampingan kepada kelompok tani, baik dalam pengoperasian dan perawatan alsintan maupun dalam pengelolaan pascapanen.

Bantuan Alsintan ini diharapkan menjadi bagian dari langkah konkret memperkuat modernisasi pertanian Gunungkidul sekaligus mendukung agenda swasembada pangan nasional. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan akan terus menghadirkan kebijakan dan pelayanan yang mendukung petani agar semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

Previous Perkuat Status “Gudang Ternak” DIY, Gunungkidul Akselerasi Vaksinasi PMK Melalui Gerakan GEMPUR

Leave Your Comment