Bau Kandang Ayam Tak Lagi Mengancam

Minggu, 10 Februari 2019

Administrator

Artikel

Dibaca: 300 kali

Bau kandang ayam merupakan tantangan bagi peternak ayam petelur maupun pedaging (broiler). Akibat bau ini, peternak bisa mendapatkan masalah berupa komplain dari masyarakat sekitar, mulai dari tingkat RT, RW, bahkan dusun. Pertumbuhan peternakan ayam komersil yang kian menggeliat di Gunungkidul menyisakan sedikit fenomena. Di sisi lain, investasi di sektor ini cukup besar dengan perputaran ekonomi yang cukup tinggi, sehingga para peternak sangat tertarik menekuni bisnis ini, baik melalui pola kemitraan dengan perusahaan, maupun dengan modal mandiri. Namun, banyak komplain yang masuk terkait persoalan bau kandang ayam, terutama saat musim penghujan. Berikut sedikit ulasan mengenai penyebab bau kandang ayam dan solusi penanganannya, atau minimal menguranginya.

Faktor-faktor penyebab aroma kurang sedap yang berasal dari kandang ayam adalah amonia (NH3) kotoran ayam. Amonia merupakan sisa nitrogen dalam metabolisme makhluk hidup diekskresi atau dikeluarkan sebagai asam urat (urea) yang bersenyawa dengan sedikit kandungan air. Besarnya kadar amonia di dalam kandang dipengaruhi oleh kondisi litter (alas kandang), kepadatan kandang, kualitas pakan yang diberikan, manajemen pemberian air minum, manajemen penanganan litter, serta manajemen ventilasi. Bau amonia yang sangat menyengat akan mengundang datangnya lalat. Hadirnya lalat ini akan memperparah kondisi bau kandang dengan bau yang lebih menyengat. Tipikal dari lalat, ketika berada di sekitar feses (kotoran), ia akan mengeluarkan saliva (liur) yang kemudian dihisap kembali. Proses keluar masuknya saliva inilah yang menyebabkan bau amonia makin menyengat.

Upaya pengendalian bau amonia dari kandang antara lain dengan membuat konstruksi yang ideal sehingga memudahkan dalam membersihkan kotoran, manajemen pakan dengan menggunakan pakan yang tidak menyebabkan kotoran basah --penambahan kunyit pada pakan--, pengaturan kepadatan kandang, pemberian probiotik pada pakan, pembalikan litter secara teratur pada kandang postal (ayam selalu terkurung sepanjang hari), penyemprotan desinfektan secara terjadwal, pengaturan ventilasi kandang, dan melakukan pembersihan kotoran ayam secara rutin, baik di dalam dan luar kandang.

Problematika bau kandang ayam sebenarnya bisa diatasi tanpa harus mengkambinghitamkan peternak ayam dan keberadaan kandang ayam. Sepanjang kandang ayam sudah memenuhi syarat-syarat teknis dan penanganan teknis yang ideal, permasalahan bau dapat teratasi. Sinkronisasi keberadaan peternakan ayam ras dengan skala kecil sampai menengah tetap harus dilakukan pendampingan yang tersinergi lintas sektoral, yaitu peternakan dan lingkungan hidup, agar sektor perunggasan sebagai bagian penggerak roda perekonomian masyarakat turut serta berkontribusi dalam ketersediaan pangan protein hewani. --YFS

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas

Pencarian

Berita Gunungkidul





semua agenda

Agenda

semua download

Download

Statistik

024163

Pengunjung Hari ini : 1
Total pengunjung : 24163
Hits hari ini : 113
Total Hits : 235084
Pengunjung Online : 1

Jajak Pendapat

Bagaimanakah tampilan website Pertanian?
Sangat Puas
Puas
Cukup Puas
Kurang Puas

Lihat